Belajar Bahasa Arab: Ucapan Salam Dan Selamat


التَّحِيَّةُ وَالتَّهْنِئَةُ


“UCAPAN SALAM DAN SELAMAT”


Ucapan SALAM DAN SELAMAT dalam Al-Qur’an disampaikan dalam berbagai kontek. Dalam materi ini, kita akan mencoba menerapkan dalam percakapan, dengan tidak melihat penafsiranya secara mendalam, melainkan hanya bagaimana kita bercakap bahasa Arab dengan kosakatanya diambil dari Al-Qur’an. Wajar, nanti para peserta menemukan ada “seakan-akan” campuran dari kata (bahasa harian) dengan bahasa Al-Qur’an, itu hanya untuk menghidupkan percakapan, sehingga tidak kaku. Sehingga percakapan ini, akan menjadi murni percakapan sehari-hari yang kosakatanya mayoritas diambil dari Al-Qur’an. UCAPAN SALAM DAN SELAMAT ini meliputi beberapa tema. Nanti akan disampaikan dalam beberapa modul.
                                  

Ucapaan salam ketika bertamu dalam Al-Qur’an, di antaranya, ada enam ayat yang bisa dijadikan sebagai contoh dalam percakapan sehari-hari. Adapun cara penggunaannya, silahkan perhatikan kosakata, frase dan kalimat di bawah ini.

Tema:
Mengucapkan Salam Ketika Bertamu
إلقاء السلام عند الزيارة

Penjelasan:
Ucapkanlah berulang-ulang kosakata dan contoh kalimat dalam tema ini sampai hafal di luar kepala. Kemudian praktekan bersama teman dalam keseharian, serta tulis kembali kosakata dan contoh kalimatnya, agar semakin lancar menulis huruf Arab, dan memperkuat hafalan juga. Semoga bertambah penguasaan bahasa Arab yang baik dan tepat.

a. Materi I (Hari Pertama/Senin):
Kosakata:
سَلَامًا: “Selamat sejahtera”
دُخُوْلِ: “Masuk”
أَهْلِ: “Keluarga”
سَلَّمَ عَلَي: “Menyampaikan salam”
مُتَذَكِّرٌ: “Ingat”
طَيِّبْ: “Baik/tentu”

Contoh:

Ahmad, ucapkanlah salam sebelum masuk ke rumah, sebagaimana orang-orang beriman mengucapkanya. Baik, saya akan selalu ingat.  Wahai sahabatku.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya, yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (Annûr: 24:27)

Kosakata:
أَخُوْكُمُ الْكَبِيْرُ: “Kakak”
رَدَّ: “Menjawab”
أَلَيْسَ: “Bukankah…”
مِثْلَ ذَلِكَ: “Seperti itu/demikian”
$yJsù y]Î7s9 br&: “Maka tidak lama kemudian…”
عِجْلٌ حَنِيْذٌ: “Anak sapi yang dipanggang”


Contoh Kalimat:
يَاطَهَ، يُسَلِّمُكَ أَخُوْكُمُ الْكَبِيْرُ فِي سِيْمَارَانجْ، وَرَدَّ طَهَ: سَلِّمْ عَلَيْهِ،
أَلَيْسَ نَبِيُّنَا اِبْرَاهِيْمُ  يَفْعَلُ مِثْلَ ذَلِكَ؟ قَالَ أَسَيفْ، بَلَي يَاسَيِّدِي طَهَ؛

Thoha, kakakmu di Semarang, menyampaikan “salam” kepadamu. Thoha pun menjawab, salam juga untuknya. Bukankah, nabi Ibrahim juga telah melakukan demikian? Asep menjawab, tepat sekali, Thoha.
“Sesungguhnya utusan-utusan Kami  telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: "Selamat." Ibrahim menjawab: "Selamatlah," Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.” (Hûd: 11:69)

0 comments:

Post a Comment