Showing posts with label lain-lain. Show all posts
Showing posts with label lain-lain. Show all posts

Musuh Utama Ketika Mendidik Anak

 

Apa musuh terbesar Orang tua mendidik anak?
internet, televisi, atau lingkungan?
musuh terbesar justru ada pada diri orangtua sendiri sebuah sifat  yang disebut: "MALAS"

Malas mematikan handphone saat bermain dengan anak
tapi berharap anak lebih dekat dengan orang tua daripada dengan teman

Malas mendengarkan tangisan saat anak dilarang
tapi menuntut anak patuh dan mempercayai orang tua

Malas mendengarkan isi hati anak
tapi ingin menceramahi anak

Males memberikan pengaruh pada anak dengan berbicara setiap hari
tapi berharap anak tidak terpengaruh oleh buruknya pergaulan lingkungan

Males melihat tingkah anak, dan rumah berantakan
tapi berharap anak kelak dewasa banyak kemauan

Malas mendampingi anak belajar di rumah
tapi berharap anak kelak dewasa mencintai kebenaran

Males mengajarkan Al-Quran
tapi berharap anak kelak mencintai agamanya

Ya Allah, Jauhkan Kami Dari Sifat Malas Mendidik,Mengajarkan, dan Mendampingi Anak Kami

Bagaimana Rasulullah Shollohu Álaihi wa Salla Merawat "Jerawat"?


Jauh beradab - abad yang lalu Rasulllah mengajar cara mengatasi jerawat. Jauh sebelum teknologi modern ada, bahkan apa yang Rasulullah ajarka terbukti secara ilmiah.
Masya Allah, sungguh Islam melalui Rasullah sangat memperhatikan umatnya. Bahkan untuk masalah jerawat, Rasulullah mengajarkan cara perawatan dan penanggulangannya. Jerawat bagi sebagian orang mengganggu, apalagi ketika jerawat menyebabkan radang atau infeksi.

Sedangkan menurut ulama Ibnu Qayyim Al-Jawziyah, jerawat atau dalam bahasa arab disebut "batsrah" adalah sejenis benjolan kecil yang terdiri dari semacam dzat panas yang tumbuh secara alami.

Lalu bagaimana Rasulullah merawat wajah dan mengobati "Jerawat"?

1. Berwudhu
Rasulullah menganjurkan bagi kita untuk menjaga wudhu, ketika kita berwudhu maka kita membersihkan kotoran kotoran penyebab jerawat dari muka. Rasulullah bersabda:

"Tahukah kalian bila seseorang memiliki kuda yang berwarna putih pada dahi dan kakinya di antara kuda-kuda yang berwarna hitam, yang tidak ada warna selainnya, bukankah Ia akan mengenali kudanya? Para sahabat menjawab, Tentu Ya Rasulullah, Rasulullah kemudian bersabda, Umatku nanti akan datang dalam keadaan bercahaya pada dahi, kedua tangan dan kaki karena bekas wudhu mereka." (HR Muslim)

Selain membersihkan wajah dari kotoran, wudhu juga dapat menggugurkan dosa dari tubuh, sebagimana hadist Rasulullah: 

"Begitu seseorang berwudhu misalkan pada urutan pertama berkumur dan menghirup air, kemudian mengeluarkannya dari hidungnya melainkan keluar semua dosa-dosa dari mulut dan hidung. Kemudian jika ia membasuh mukanya menurut apa yang diperintahkan Allah, jatuhlah dosa-dosa mukanya dari ujung jenggotnya bersama tetesan air. Kemudian bila membasuh kedua tangan sampai kedua siku, jatuhlah dosa-dosa dari ujung jari-jarinya bersama tetesan air. Kemudian mengusap kepala maka jatuh semua dosa dari ujung rambut bersama tetesan air, kemudian membasuh dua kaki sampai ke mata kaki, maka jatuhlah semua dosa kakinya dari ujung jari bersama tetesan air. Maka bila ia shalat sambil memuja dan memuji Allah menurut lazimnya, dan membersihkan hati dari segala sesuatu selain Allah, maka keluar dari semua dosanya bagaikan lahir dari perut ibunya." (HR Muslim)

 Insya Allah ketika kita menjaga wudhu maka akan mendapatkan kebaikan yang berlipat
- Menghilangkan kotoran
- Menggugurkan dosa

2.   Mengoleskan Minyak Zarirah (minyak pohon arum/pacar belanda) ke Wajah

Istri nabi Aisyah R.A bercerita, suatu hari pada haji wada' Rasulullah SAW menemui istri Beliau. Rasulullah lalu melihat di antara dijari jemari mereka tumbuh semacam jerawat. Rasulullah lantas bertanya kepada istrinya, “Apakah engkau punya minyak wangi dzarirah?.” Mereka menjawab punya. Rasulullah bersabda, “Bubuhkan dijerawatmu itu seraya membaca doa

Allahumma musogghiral kabiir wa mukabbiras soghir soggir maabi

artinya: "Ya Allah, yang mengecilkan yang besar dan membesarkan yang kecil, kecilkanlah jerawat ini."

Hadits yang diakui oleh Adz-Dzahabi di atas dikeluarkan oleh Al-Hakim. Adz-Dzahabi mengatakan sanadnya shahih.

Silakan dicoba, semoga bermanfaat dan pahala mengalir. Aamiin

Pohon Arum atau Pacar Belanda

Bentuk Tumbuhan Arum atau Pcar Belanda





Mari Berbagi Kado Lebaran Dengan Anak Yatim Bersama RZ

Silakan yang mau berbagi kebahagian dengan mereka yang kurang mampu dalam acara "RZ Berbagi Kado Lebaran Yatim".
Dengan berbagi kebahagian berarti kita menabung untuk akhirat dan akan bersama Rasulullah di Syurga sangat dekat. Sebagimana hadist Rasulullah:

"Aku dan pemelihara anak yatim di syurga seperti ini (Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah) (HR. Bukhori, Turmudzi, dan Abu Daud)"



Waspadalah Dengan Buka Bersama (Bukber)!!!

Buka Bersama


Hal yang sering kita temui di bulan Ramadhan setiap tahunnya adalah "buka bersama" (BukBer). Hal tersebut biasa dilakukan dengan teman-teman lama, teman-teman sekolah sambil bereuni atau dengan teman-teman main lainnya. Sebagai nasihat dan semoga kita bisa pertimbangkan ketika mengadakan buka bersama (BukBer). Ada beberapa catatan kerusakan yang sering terjadi ketika acara BukBer:

1- Lebih mengutamakan mengisi perut dan jalin ukhuwah daripada Shalat Maghrib.

2- Ngobrol, ketawa haha hihi hehe sampai Isya, kadang shalat Maghrib ditinggalkan. Padahal meninggalkan satu shalat saja bisa menghapuskan amalan. Masih adakah nilai pahala berbuka?

مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya” (HR. Bukhari no. 594).

Kalau disebut menghapuskan amalan, berarti meninggalkan Shalat bisa menghapus amalan "Puasa". Na’udzu billahi min dzalik!!!

3- Shalat Maghrib jama’ah pun ditinggalkan hanya karena lebih mementingkan kebersamaan di meja makan dengan teman-teman.

Lihat peringatan bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi pria yang enggan berjama’ah,

إِنَّ أَثْقَلَ صَلاَةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلاَةُ الْعِشَاءِ وَصَلاَةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَتُقَامَ ثُمَّ آمُرَ رَجُلاً فَيُصَلِّىَ بِالنَّاسِ ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِى بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لاَ يَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Shubuh. Seandainya mereka tahu keutamaan yang ada dalam kedua shalat tersebut tentu mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak. Sungguh aku bertekad untuk menyuruh orang melaksanakan shalat. Lalu shalat ditegakkan dan aku suruh ada yang mengimami orang-orang kala itu. Aku sendiri akan pergi bersama beberapa orang untuk membawa seikat kayu untuk membakar rumah orang yang tidak menghadiri shalat Jama’ah.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651, dari Abu Hurairah).

4- Yang paling sering dilakukan adalah shalat Tarawihnya pun ditinggalkan sehingga tidak mendapat pahala shalat taraweh yang nilainya seperti sholat semalam suntuk bersama Imam. Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ بَقِيَّةُ لَيْلَتِهِ

Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya.” (HR. Ahmad 5: 163. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

5- Kadang kala campur baur antara laki-laki dan perempuan tanpa batas. Padahal ketika kita shalat jama’ah saja kita sudah diperintah untuk dipisahkan antara laki-laki dan perempuan agar tidak terjadi timbul fitnah.

Kalau mau buka bersama sebaiknya shalat Maghrib, Isya dan Tarawihnya tidak ditinggalkan. Carilah tempat buka bersama yang dekat dengan tempat sholat. Jangan mengutamakan ukhuwah dibandingkan dengan hak Allah Azza wa Jalla? Apakah Allah yang memberi keselamatan ataukah teman-teman kita?

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Sistem Ekonomi Menurut Islam



Islam mengadakan batas-batas serta meletakkan lunas-lunas untuk menetapkan
segala urusan ekonomi manusia di atas prinsip-prinsip kebenaran, keadilan dan
amanah, dan dia memutuskan bahawa sistem ekonominya itu hanyalah akan
berjalan dan bekerja di dalam mengurus dan membelanjakan kekayaan di dalam
lingkungan batas-batas yang digariskan ini, tidak akan menyimpang buat
selama-lamanya daripadanya. Adapun cara-cara melaburkan kekayaan dan
bentuk-bentuk pengurusan serta pengusahaannya, maka tidaklah diberi
perhatian sedikit pun oleh Islam, malah dibiarkannya berlaku dan membaharui
mengikut putaran zaman dan hari; kerana hal itu adalah di antara
perkara-perkara yang menjajari kemajuan yang sentiasa timbul dan
berubah-ubah dari sehari ke sehari di mana ianya terbentuk dan tercorak
mengikut keadaan-keadaan dan suasana-suasana manusia, juga mengikut
hajat-hajat yang menemui mereka di dalam…
Barang siapa mendapat hak-hak milik dengan jalan-jalan halal yang diharuskan
di dunia ini, maka tidak syak lagilah bahawa hak-hak ini patut dihormati dan
dipelihara dalam segala keadaan. Samada pemilikan ini mempunyai syaratsyarat
'sah'nya yang penuh pada pandangan syarak atau tidak, maka bolehlah
disiasat dan diselidiki. Sekiranya tidak penuh syarat-syarat sahnya pada
pandangan syarak, maka mestilah ianya dicabut daripada tuannya, tetapi
hak-hak milik yang diakui oleh syara' dan undang-undang, tidaklah harus bagi
mana-mana Dewan Perundangan atau mana-mana kerajaan merampaskannya
daripada pemilik-pemiliknya ataupun menokok dan mengurangkan sesuatu dari
hak-hak mereka yang halal itu. Tidak harus sekali-kali lahir di bumi ini satu
sistem - dengan nama kepentingan umum - mahu menghapuskan hak-hak yang
telah diakui oleh syari'at Islam. Seperti mengabaikan ikatan-ikatan yang
dikenakan oleh syari'at Islam terhadap hak-hak milik individu untuk menjaga
kepentingan orang ramai itu dianggapkan sebagai satu kezaliman dan
pencabulan terhadap kebenaran, maka begitu jugalah - terlalu berlebih-lebihan
dalam mengenakan ikatan ini, tidak kurang pula kezaliman dan pencabulannya.
Adalah merupakan di antara tanggungjawab- tanggungjawab kerajaan Islam
supaya menghormati hak-hak para individu yang halal dan mengambil daripada
mereka hak-hak orang ramai yang diwajibkan oleh syari'at Islam ke atas mereka.
Bahawa Allah Subhanahu Wata'ala telah menciptakan manusia ini dan dia tidak
menjadikan mereka sama-rata di dalam pembahagian ni'mat, malah dilebihkan
setengah atas setengah mengikut hikmat dan kehendakNya. Perbezaan di antara
hamba-hamba Allah ini ternyata di dalam ketampanan dan kecantikan mereka,

di dalam kemerduan suara mereka, di dalam kegagahan tubuh-badan mereka
dan di dalam kecekapan fikiran mereka dan seterusnya dari perkara-perkara
yang seumpama itu yang mana persediaannya sudah ada sejak mereka
diperanakkan lagi. Begitu juga tentang masalah rezeki itu. Fitrah (hal semulajadi)
yang di atasnya Allah ciptakan manusia, menghendaki agar ada perbezaan dan
berlebih-kurang dalam rezeki manusia yang mana keadaannya serupalah dengan
bakat-bakat yang lain lagi. Tiap-tiap rancangan yang dipilih dan ditadbirkan
urusannya untuk mengadakan persamaan ekonomi di antara hamba-hamba
Allah seperti mana yang didakwakan itu adalah palsu dari asasnya lagi mengikut
apa yang dilihatkan oleh Islam; kerana Islam tidak pernah mengatakan dengan
persamaan dalam rezeki itu sendiri, tetapi dia mengatakan dengan persamaan
dalam peluang-peluang berusaha dan bekerja untuk mencari kehidupan dan
menuntut rezki. Matlamat yang ditujukan oleh Islam ialah supaya dapat
dihapuskan dari dalam masyarakat manusia segala sekatan dan rintangan
undang-undang atau tradisi yang menyekat manusia dan membantutnya
daripada menjalankan usaha dan mengerahkan daya-tenaganya pada jalan
pencarian rezki mengikut tenaga-tenaga dan bakat-bakat yang telah disediakan
oleh Allah baginya. Begitu juga Islam bermaksud hendak melenyapkan daripada
masyarakat manusia segala keistimewaan dan keutamaan yang menjaminkan
kekayaan turun-temurun untuk stengah-setengah lapisan, keturunan atau
keluarga tertentu, di mana Islam melingkunginya dengan meletakkan
pengawasan terlebih dahulu. Kedua-dua jalan ini (jalan menyama- ratakan rezki
manusia dan jalan penjaminan kekayaan turun-temurun) mengalihkan
perbezaan semulajadi serta berlebih-kurangan yang tabi'i itu secara paksa kepada
perbezaan yang sedikit dan tidak semulajadi. Kedua-dua jalan ini ditolak oleh
Islam dan mahu dihapuskannya. Dan Islam menetapkan satu sistem ekonomi
masyarakat di atas satu methode semulajadi yang padanya dibuka pintu-pintu
kerja dan usaha kepada tiap-tiap orang dari anggota masyarakat. Mereka yang
mahu mempersamakan di antara hamba sebagai zakat yang wajib. Hasil
bijian-bijian serta buah-buahan yang dikeluarkan oleh bumi adalah diambil
sebanyak 10% atau 5%. Begitu juga Syan'ai telah mewajibkan 20% dari hasil
setengah-setengah logam dan diambil juga kadar-kadar yang difardukan
daripada hasil-hasil binatang dan ternakan mengikut bilangannya masingmasing.
Syariat juga telah memfardukan supaya harta-harta yang telah
diperolehi dengan jalan-jalan ini dibelanjakan dalam usaha menolong orangorang
fakir miskin, anak-anak yatim, orang-orang dhaif dan susah. Ini adalah
satu jaminan sosial yang kerananya mustahil didapati di dalam masyarakat Islam
itu seorang manusia yang tidak mendapat sesuatu yang termesti dari hajat-hajat
penghidupan. Begitu juga mustahil terdapat ketika itu seorang pekerja yang
terpaksa mencari rezki dengan keringat dahinya kerana takutkan kebuluran
sehingga dia sanggup menerima sahaja apa-apa syarat upahan yang amat kerdil
yang dikemukakan kepadanya oleh para pemilik dan majikan. Oleh yang
demikian, tenaga mana-mana individu dari anggota- anggota masyarakat itu

tidaklah boleh jatuh lebih rendah daripada garis 'minimum' yang masih
membolehkannya memberi sumbangan di dalam perjuangan ekonomi.
Barang siapa mendapat sesuatu dari perbendaharaan Tuhannya sebagai modal,
lalu dia membaikinya dan menjadikannya perkara yang manfaat dan berguna
dengan usaha dan kerjanya sendiri, dialah yang menjadi tuan dan pemiliknya.
Contohnya ialah seperti tanah mati yang hak milik atasnya tidak dipunyai oleh
sesiapa pun. Bilamana ada seseorang mengambil dan membaikinya, lalu
menggunakannya pada jalan yang memberi manfaat serta membuahkan hasil -
tanah itu tidak boleh direbutkan dari miliknya. Begitulah bermulanya segala
hak-hak milik di bumi ini seperti mana yang dilihatkan oleh Islam. Tatkala
manusia meneroka bumi ini pada mula-mulanya, adalah segala sesuatu itu
merupakan pengharusan yang menyeluruh buat sekalian anak-anak Adam
'Alaihissalam. Sesiapa yang mendapatkan sesuatu, lalu membaiki dan
menjadikannya benda yang berguna dan manfaat, dialah yang menjadi tuan dan
pemiliknya; ertinya dia berhak mengkhusus- kan pemakaiannya buat dirinya
sahaja, dan dia berhak meminta sewa daripada orang yang mahu mengambil
manfaat dengan harta itu. Ini adalah asas semulajadi yang di atasnya terdiri
binaan segala soal-soal ekonomi manusia. Kerana itu munasabahlah bahawa asas
ini terus tinggal dengan tetapnya, dijaga dan dihormati.
Islam ingin membangunkan orang perseorangan dan masyarakat di atas neraca
yang lurus dan mahu mengembelingkan kedua-duanya di atas keseimbangan
yang secukup-cukupnya di mana hak-hak perseorangan - dari segi hak
perseorangannya - masih ada dan kebebasannya masih dipelihara, sedangkan
kebebasan itu tidak pula merosakkan masyarakat malah manfaat untuknya.
Islam tidak memandang baik kepada satu sistem politik atau ekonomi yang
menghancurkan hak-hak perseorangan untuk kepentingan masyarakat serta
tidak meninggalkan langsung untuknya kebebasan yang tidak boleh tidak buat
menyempurnakan segala bakat semulajadi dan teras keindividuannya. Natijah
yang mesti berlaku dari pengambilan seluruh jalan kehidupan serta saluran
prodaksi sebagai milik bersama itu ialah, bahawa sekalian warganegara itu
terikat dengan tali-tali pengontrol masyarakat sehingga tidak dapat lagi mereka
menceraikan diri daripadanya dan tidak dapat bergerak. Ternyata sangat payah,
malah mustahil, dalam keadaan seumpama ini, bahawa hak perseorangan
warganegara itu akan terus subur serta mencapai ketinggiannya. Apa yang
termaklumnya ialah, bahawa memelihara hak perseorangan itu adalah
berkehendakkan kepada kebebasan ekonomi yang begitu luas sepertimana juga
berkehendakkan kepada membelanjakan harta-harta yang diperolehi dengan
jalan-jalan yang halal itu melainkan ke dalam jalan-jalan yang halal juga. Untuk
tujuan ini, Islam telah meletakkan batas-batas untuk pengeluaran biaya di mana
seseorang boleh hidup dengan kehidupan yang baik dan bersih, tetapi dia tidak
boleh membelanjakan harta-hartanya ke dalam jalan-jalan keji dan berpoya-poya,
pun dia tidak boleh mengeluarkannya untuk menonjol-nonjolkan kemewahan
dan kelumayanannya supaya dia meninggikan diri di atas sesama sebangsanya
dan supaya dia dipandang oleh orang sekelilingnya seperti mereka memandang
kepada pembesar-pembesar yang bongkak. Di sana terdapat beberapa rupa
pemborosan dalam membelanjakan harta yang diharamkan oleh undang-undang
Islam dengan jelas dan terang, dan di sana terdapat pula beberapa rupa
pemborosan lain, sekalipun tidak diharamkan dengan terang oleh Islam, tetapi
dia memberi pilihan tentangnya kepada kerajaan Islam sekiranya dia mahu
mengenakan undang-undang ke atas manusia dan menengah mereka daripada
membelanjakan harta mereka dengan berlebih-lebihan. Jika seseorang
mempunyai harta yang lebih selepas dibelanjakan di dalam perkara- perkara
harus dan teliti, dia boleh pula memilih sama ada hendak mengumpul dan
menyimpannya atau pun hendak mengalihkannya ke dalam bidang-bidang
perusahaan dan perniagaan dengan maksud menambah serta memperbanyakkan
-nya. Cuma Islam meletakkan sempadan-sempadan dan ikatan-ikatan tertentu di
dalam kedua-dua keadaan ini. Jika dia ingin mengumpulnya, dia mestilah
menunaikan zakat pada tiap-tiap tahun daripada hartanya yang lebih dari nisab.
Dan jika dia mahu mengalihkannya, dia tidak boleh mengalih kecuali ke dalam
perusahaan yang halal serta perniagaan yang harus. Kemudian perniagaan ini
sama ada diuruskan sendiri oleh perseorangan atau pun dia memperkongsikan
keuntungan dari kerugiannya dengan orang lain bila mana dia menyerahkan
harta dan barang-barangnya kepada orang itu atas jalan syarikat samada berupa
mata - wang, tanah atau perkakas-perkakas. Jika seseorang mendapat kekayaan
yang bertimbun di dalam sempadan-sempadan dan ikatan-ikatan ini setelah
sekian lama berusaha, dia tidaklah berdosa apa-apa pada pandangan Islam;
malah itu merupakan satu ni'mat yang dikurniakan oleh Allah ke atas hambaNya
dan satu kemuliaan yang dianugerahkan kepadanya. Dalam pada itu pun, Islam
mensyaratkan kepadanya dua syarat untuk menjamin entiti masyarakat. Pertama:
Tiap-tiap tahun hendaklah dia menunaikan zakat hartanya dan juga satu per
sepuluh daripada hasil-hasil pertaniannya yang telah diwajibkan oleh Allah.
Kedua: Hendaklah dia melayani dengan baik dan insaf akan orang-orang yang
berkongsi dengannya atau orang-orang yang mengambil upah daripadanya
dalam usaha perniagaan, perindustrian atau pertanian. Sekiranya dia tidak
melayani mereka dengan adil dan saksama, kerajaan Islam akan memaksanya
untuk itu.
Kemudian kekayaan yang terkumpul di dalam lingkungan sempadan-sempadan
yang diharuskan ini pula, tidak direlai oleh Islam tinggal tersimpan buat masa
yang lama. Malah Islam memutuskan dengan hukum undang-undang (undangundang
pusaka) untuk menyibar dan membahagi-bahagikannya pada tiap-tiap
generasi. Aliran undang-undang Islam di dalam masalah ini adalah sangat
berlainan daripada segala aliran mana-mana undang-undang lain di dunia ini.
Apa yang ditujukan oleh undang-undang lain ialah, bahawa kekayaan yang
sekali sudah terkumpul itu berhak terkumpul terus untuk beberapa jenerasi.
Tetapi Islam sesebaliknya telah membawa satu undang-undang syumul yang
menengaskan bahawa harta yang telah dikumpulkan oleh seseorang di dalam
hidupnya itu, hendaklah dibahagi-…

JODOHKU TAK KUNJUNG DATANG




Kecenderungan seorang laki-laki kepada perempuan dan perempuan kepada laki-laki adalah sifat yang normal. Insting/naluri tersebut sesuai dengan hikmah penciptaan Allah عزّوجلّ yang menjadikan manusia berpasang-pasangan.

Salah satu cara untuk menyalurkan insting/naluri tersebut ialah nikah. Nikah merupakan cara yang suci dan halal untuk mengarahkan kekuatan biologis yang tertanam pada setiap insan yang normal. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. (QS ar-Rum [30]: 21)


Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ فَقَدْ اسْتَكْمَلَ نِصْفُ الدِّيْنِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِيْمَا بَقِيَ

"Apabila seorang hamba telah menikah maka sungguh telah sempurna separuh (bagian) agamanya, maka hendaknya dia bertaqwa kepada Allah pada (separuh bagian) sisanya." (HR ath-Thabarani)[1]

Pernikahan memang indah. Keindahannya sulit dilukiskan dengan kata-kata. Ketenteraman, saling memadu kasih, dan anak-anak yang shalih adalah sedikit dari keindahan berumah tangga. Maka tak ayal lagi, setiap muslim dan muslimah yang normal akan merindukan jodohnya-pendamping hidup yang akan menemaninya dalam bahtera rumah tangga—datang secepatnya.


JODOH RAHASIA ILAHI


Tidak ada seorang pun dari kita yang bisa menebak siapa yang akan menjadi jodoh kita. Manusia hanya bisa berusaha, selebihnya Allah عزّوجلّ yang menentukan. Banyak kasus yang kita dengar bertalian dengan jodoh. Ada anak manusia yang sudah dijodohkan, ternyata tidak jadi menikah dengan calonnya tersebut.

Ada juga yang sudah mendapatkan orang dianggap jodohnya, ternyata perkiraannya keliru. Lebih tragis lagi, ada yang sudah menentukan tanggal pernikahan, bahkan calon suami sudah tiba di rumah calon istri satu hari sebelumnya, ternyata pada malam menjelang akad nikah, calon suami diculik hingga pernikahan gagal!! Itulah rahasia Ilahi yang tidak bisa ditebak.

Itulah bukti kebenaran sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

كَتَبَ اللهُ مُقَادِيْرَ الْـخَلَائِقِ أَنْ يَـحْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ بِـخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ

"Allah telah menulis takdir para makhluk pada lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi." (HR Muslim: 2653)


SEMUA PASTI ADA HIKMAHNYA


Janganlah bersedih dengan jodoh yang belum kunjung datang. Kita harus yakin bahwa segala yang terjadi dalam kehidupan ini sudah diatur oleh Allah عزّوجلّ. Semua pasti ada hikmahnya. Waktu dan hari akan terus bergulir:

وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

Dan hari-hari itu, Kami pergilirkan di antara manusia. (QS Ali Imran [3]: 140)

Hari ini barangkali Anda belum punya suami. Namun, suatu hari nanti boleh jadi pendamping hidup Anda akan datang. Yakinlah bahwa tidak ada sesuatu yang ditetapkan oleh Allah عزّوجلّ, melainkan baik bagi para hamba sekalipun menurut pandangan manusia buruk. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS al-Baqarah [2]: 216)




KETIKA JODOH TAK KUNJUNG DATANG


Masa-masa gadis 'belum punya pasangan' adalah masa ujian yang butuh kesabaran. Suratan takdir tersebut harus Anda terima. Berikut ini ialah beberapa butir nasihat dan kiat agar jodoh yang Anda nantikan tiba di pangkuan:

1.  Jangan Bermuluk-Muluk, yang Penting Agamanya

Sebagian orang menentukan kriteria bahwa jodohnya harus yang seperti ini dan itu. Gengsi, kata mereka, jika harus menikah dengan 'ikhwan pengajian' (laki-laki muslim yang rajin menyimak majelis ta'lim, Red.) yang papa, belum punya pekerjaan tetap, belum punya rumah, dan rezekinya pas-pasan. Maka kami nasihatkan, buang jauh-jauh prinsip materialisme!! Pilihlah suami (atau istri) yang shalih dan bagus agamanya. Pasangan yang shalih akan memuliakan istri (atau suami) yang dicintainya dan tidak akan menghina istri (atau suami) yang dibenci (kurang disukai)nya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ

"Apabila seorang yang engkau ridhai agama dan akhlaknya datang kepadamu (untuk melamar perempuan yang ada di bawah perwalianmu, Red.) maka nikahkanlah dia. Kalau engkau tidak melakukannya, akan terjadi fitnah dan kerusakan di muka bumi." (HR at-Tirmidzi: 1085, Ibnu Majah: 1967, dan al-Hakim 2/164)[2]

Keshalihan pasangan akan menjadi penyejuk mata di dalam rumah tangga. Perhatikanlah diri Anda sebelum menentukan kriteria jodoh yang Anda inginkan!!

2.  Tidak Memberatkan Dengan Mahar yang Mahal

Sebab, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مِنْ يَمْنِ الْـمَرْأَةِ تَسْهِيْلُ أَمْرِهَا وَقِلَّةُ صَدَاقِهَا

"Termasuk kebaikan dan keberkahan wanita, mudah dalam urusannya dan ringan dalam maharnya." (HR al-Hakim 2/181, Ibnu Hibban: 1256, al-Bazzar: 2/158, dan al-Baihaqi 7/235)[3]

3.  Minta Bantuan Orang Tua, Kerabat, dan Teman

Bukanlah aib Anda meminta bantuan orang tua, kerabat, atau teman agar mencarikan jodoh yang cocok dengan Anda. Seorang laki-laki shalih berkata kepada Nabi Musa عليه السلام:

قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنْكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَى أَنْ تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ

Berkatalah dia, "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anak gadisku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun." (QS al-Qashash [28]: 27)

Al-Imam al-Qurthubi رحمه الله berkata, "Ayat ini merupakan dalil bahwa seorang wali boleh menawarkan putrinya kepada seorang laki-laki. Ini adalah sunnah yang tetap." (Tafsir al-Qurthubi 13/179)[4]

Umar ibn al-Khaththab رضي الله عنه pernah menawarkan putrinya, Hafshah رضي الله عنها, kepada Utsman ibn Affan رضي الله عنه kemudian kepada Abu Bakr رضي الله عنه. Abu Bakr رضي الله عنه berkata kepada Umar رضي الله عنه "Barangkali engkau marah kepadaku ketika aku sama sekali tidak memberikan jawaban terhadap tawaranmu." Umar رضي الله عنه menyahut, "Ya." Abu Bakr رضي الله عنه berkata lagi, "Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku menerima tawaranmu, melainkan karena aku mengetahui bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah menyebut Hafshah. Aku tidak ingin menyebarkan rahasia Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Andaikan Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidak jadi (menikahi Hafshah), niscaya aku akan menerimanya." (HR al-Bukhari: 3783)

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, "Hadits ini menerangkan bahwa seorang insan hendaknya menawarkan putrinya atau yang lain kepada orang yang dia nilai baik dan shalih. Sebab, di dalamnya, terdapat kebaikan yang akan kembali kepada orang yang ditawarkan. Tidak ada (gunanya) rasa malu dalam perkara ini. Dan juga hadits ini menunjuk-kan bolehnya memberikan tawaran kepada orang yang sudah menikah karena Abu Bakr رضي الله عنه ketika itu sudah beristri." (Fathul Bari 9/178)

4. Menawarkan Diri Kepada Orang yang Shalih dan Baik

Boleh seorang wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki yang dia nilai shalih dan bagus. Anas ibn Malik رضي الله عنه berkata:

"Seorang wanita datang menemui Nabi صلى الله عليه وسلم untuk menawarkan dirinya. Wanita itu berkata,'Wahai Rasulullah, apakah Anda ingin menikah dengan saya?" Putrinya Anas berkata, 'Sungguh tidak punya malu, tidak punya malu!' Anas berkata, 'Dia lebih baik darimu, ingin menikah dengan Nabi صلى الله عليه وسلم, lantas menawarkan dirinya langsung kepada Nabi صلى الله عليه وسلم.'" (HR al-Bukhari: 5120)

Al-Imam an-Nawawi رحمه الله berkata, "Dianjurkan agar seorang wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki yang shalih supaya menikahinya." (Syarh Shahih Muslim 9/320)

Jika ada yang menganggap perkara ini termasuk aib dan (menunjukkan bahwa pelakunya) tidak punya malu maka kita katakan bahwa tujuan nikah bukanlah sekadar guna melampiaskan nafsu biologis, melainkan lebih dari itu, yaitu (nikah merupakan) sebuah hajat masyarakat yang dibutuhkan oleh setiap insan yang hidup bersama. Laki-laki membutuhkan wanita. Demikian pula, wanita membutuhkan laki-laki. Tidak mungkin setiap orang untuk merasa cukup (hidup sendiri). Bahkan hal itu termasuk sarana dalam mencari sesuatu yang ia butuhkan dalam menunjang kehidupannya. Apabila dalam urusan duniawi saja setiap orang akan selalu berusaha memenuhi kebutuhannya—padahal mungkin tidak tahan lama—maka terlebih lagi terhadap kebutuhan terhadap pasangan yang akan menjadi teman hidupnya dalam waktu yang lama, tentu hal itu lebih utama untuk dicari! (Lin Nisa' Ahkam wa Adab, Muhammad ibn Syakir asy-Syarif, hlm. 195-196)

Peringatan:

Perbolehan seorang wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki yang shalih bukanlah berarti pernikahan itu menjadi sah hanya dengan persetujuan laki-laki yang ditawari. Tetaplah pernikahan harus mengikuti aturan agama. Di dalam pernikahan tersebut, harus ada wali nikah dan lain-lain.

Al-Imam Ibnu Munir رحمه الله menjelaskan maksud bab (dalam kitab Shahih) al-Imam Bukhari 'Wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki shalih' dalam perkataannya, "Hal ini menunjukkan bolehnya seorang wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki yang shalih karena ingin menikah dengannya. Apabila laki-laki itu menerima maka dia bisa menikahinya dengan memenuhi syarat-syaratnya." (Fathul Bari, Ibnu Hajar, 9/80)

5.  Tawakkal Sambil Terus Berusaha

Jika usaha Anda sudah maksimal maka serahkanlah urusan jodoh ini kepada Allah. Orang yang bertawakkal dan bertaqwa akan diberi jalan kemudahan. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disang-ka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS ath-Thalaq [65]: 2-3)

6.  Berdo'a

Mintalah kepada Allah عزّوجلّ dengan penuh perendahan diri agar Allah menganugerahkan kepada kita jodoh yang cocok. Mohonlah terus kepada Dzat yang Maha Kuasa ketika jodoh tak kunjung datang. Jangan putus asa dalam berdo'a. Jangan berpra-sangka buruk kepada-Nya. Berbaik sangkalah kepada Allah. Insya Allah, perkara yang sulit akan menjadi mudah. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda (dalam hadits qudsi):

أَنَا عِبْدَ حُسْنِ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ فَلْيَظَنُّ بِيْ مَاشَاءِ، إِنْ خَيْرًا فَخَيْرٌ وَإِنْ شَرًّا فَشَرٌّ

(Allah عزّوجلّ berfirman,) "Aku menuruti sangkaan baik para hamba terhadap-Ku. Hendaklah ia berpraduga terhadap-Ku sekehendaknya; jika baik (sangkaannya) maka akan baik jadinya, dan jika buruk (sangkaannya) maka akan buruk jadinya." (HR ath-Thabarani dalam al-Ausath: 8115, Ibnu Hibban: 639, Abu Nu'aim 9/306)[5]

Allahu A'lam.[]


[1]     Takhrij lengkapnya bisa diperiksa pada ash-Shahihah: 625 oleh al-Albani.

[2]     Hadits ini dinyatakan hasan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah: 1022.

[3]     Sanad hadits ini kuat sekali sebagaimana yang ditegaskan oleh Abu Ishaq al-Huwaini dalam al-lnsyirah fi Adab an-Nikah hlm. 33-34.

[4]     Lihat pula Jami' Ahkam an-Nisa' 3/212-213

[5]     Lihat ash-Shahihah: 1663.

Kisah Inspiratif: MENEMANI MAYAT SELAMA 40 HARI

Alkisah seorang Konglomerat yang sangat kaya raya menulis surat wasiat: "Barang siapa yang maumenemaniku selama 40 hari di dalam kubur setelah aku mati nanti, akan aku beri warisan separuh dari harta peninggalanku."Lalu ditanyakanlah hal itu kepada anak-anaknya apakah mereka sanggup menjaganya di dalam kubur nanti.Tapi anak-anaknya menjawab, "Mana mungkin kamisanggup menjaga ayah, karena pada saat itu ayahsudah menjadi mayat."Keesokan harinya, dipanggillah semua adik-adiknya. Dan beliau kembali bertanya, “Adik-adikku, sanggupkah diantara kalian menemaniku di dalam kubur selama 40 hari setelah aku mati nanti? Aku akan memberi setengah dari hartaku!"Adik-adiknya pun menjawab, “Apakah engkau sudahgila? Mana mungkin ada orang yang sanggup bersama mayat selama itu di dalam tanah.”Lalu dengan sedih Konglomerat tadi memanggil ajudannya, untuk mengumumkan penawaran istimewanya itu ke se antero negeri.Akhirnya, sampai jugalah pada hari di mana Konglomerat tersebut kembali ke Rahmatullah. Kuburnya dihias megah laksana sebuah peristirahatan termewah dengan semua perlengkapannya.Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang Tukang Kayu yang sangat miskin mendengar pengumuman wasiat tersebut. Lalu Tukang Kayu tersebut dengan tergesa-gesa segera datang ke rumah Konglomerat tersebut untuk memberitahukan kepada ahli waris akan kesanggupannya.Keesokan harinya dikebumikanlah jenazah Sang Konglomerat. Si Tukang Kayu pun ikut turun ke dalam liang lahat sambil membawa Kapaknya. Yang paling berharga dimiliki si Tukang Kayu hanya Kapak,untuk bekerja mencari nafkah.Setelah tujuh langkah para pengantar jenazah meninggalkan area pemakaman, datanglah Malaikat Mungkar dan Nakir ke dalam kubur tersebut.Si Tukang kayu menyadari siapa yang datang, ia segera agak menjauh dari mayat Konglomerat. Di benaknya, sudah tiba saatnya lah si Konglomerat akan diinterogasi oleh Malaikat Mungkar dan Nakir.Tapi yang terjadi malah sebaliknya, Malaikat Mungkar-Nakir malah menuju ke arahnya dan bertanya, "Apa yang kau lakukan di sini?"Aku menemani mayat ini selama 40 hari untuk mendapatkan setengah dari harta warisannya", jawab si Tukang kayu.Apa saja harta yang kau miliki?", tanya Mungkar-Nakir."Hartaku cuma Kapak ini saja, untuk mencari rezeki", jawab si Tukang Kayu.Kemudian Mungkar-Nakir bertanya lagi, "Dari mana kau dapatkan Kapakmu ini?""Aku membelinya", balas si Tukang Kayu.Lalu pergilah Mungkar dan Nakir dari dalam kubur tersebut.Besok di hari kedua, mereka datang lagi dan bertanya, "Apa saja yang kau lakukan dengan Kapakmu?""Aku menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar, lalu aku jual ke pasar", jawab tukang kayu.Di hari ketiga ditanya lagi, "Pohon siapa yang kau tebang dengan Kapakmu ini?""Pohon itu tumbuh di hutan belantara, jadi ngak ada yang punya", jawab si Tukang Kayu."Apa kau yakin?", lanjut Malaikat.Kemudian mereka menghilang.Datang lagi di hari ke empat, bertanya lagi "Adakahkau potong pohon-pohon tersebut dengan Kapak ini sesuai ukurannya dan beratnya yang sama untuk dijual?""Aku potong dikira-kira saja, mana mungkin ukurannya bisa sama rata", tegas tukang kayu.Begitu terus yang dilakukan Malaikat Mungkar Nakir, datang dan pergi sampai tak terasa sekarang 39 hari sudah. Dan yang ditanyakan masih berkisar dengan Kapak tersebut.Di hari terakhir yang ke 40, datanglah Mungkar danNakir sekali lagi bertemu dengan Tukang kayu tersebut. Berkata Mungkar dan Nakir, "Hari ini kamiakan kembali bertanya soal Kapakmu ini".Belum sempat Mungkar-Nakir melanjutkan pertanyaannya, si Tukang kayu tersebut segera melarikan diri ke atas dan membuka pintu kubur tersebut. Ternyata di luar sudah banyak orang yang menantikan kehadirannya untuk keluar dari kubur tersebut.Si Tukang Kayu dengan tergesa-gesa keluar dan lari meninggalkan mereka sambil berteriak, "Kalian ambil saja semua bagian harta warisan ini, karena aku sudah tidak menginginkannyalagi."Sesampai di rumah, si Tukang Kayu berkata kepada istrinya, "Aku sudah tidak menginginkan separuh harta warisan dari mayat itu. Di dunia ini harta yang kumiliki padahal cuma satu Kapak ini, tapi Malaikat Mungkar-Nakir selama 40 hari yang mereka tanyakan dan persoalkan masih saja di seputar Kapak ini. Bagaimana jadinya kalau hartaku begitu banyak? Entah berapa lama dan bagaimana aku menjawabnya."Dari Ibnu Mas’ud RA dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda, "Tidak akan bergerak tapakkaki anak Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara, yaitu umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya kemana dipergunakannya, hartanya darimana ia memperolehnya dan kemana dibelanjakannya, ilmunya sejauh mana diamalkan?" (HR. Turmudzi)

Ibu Warung Stasiun Bojong Gede Sang Ahlul Qur'an

Sore ini pkl 16.00 sekembalinya dari meeting dengan salah satu bank syariah di Indonesia di kawasan Depok, saya kembali ke rumah dengan menggunakan Commuter Line dan turun di St.Bojong Gede.

Belum terlalu rame karena biasanya para coliners Bogor-Jakarta baru keluar kantor sekira pkl 16.00.

Sesampainya di stasiun Bojong Gede pkl 17.00 setelah mengembalikan tiket harian lalu saya menaiki angkot 31 dan kebagian duduk dekat pintu masuk karena bagian dalam sudah mulai penuh.

Masih menunggu angkot ngetem saya menyaksikan seorang ibu2 sekira 45 th di depan warung sembakonya sangat asyik sekali tilawah Al Qur'an tanpa memperdulikan lalu lalang orang-orang yang keluar masuk stasiun..tanpa memperdulikan sliweran kendaraan yang berebutan keluar masuk parkiran stasiun. Tenggelam dalam nikmatnya tilawah Al Qur'an.

Hanya membayangkan bagaimana indahnya jika melihat pemandangan seperti ini di setiap warung dan ruko dimana pemiliknya buka Al Qur'an tanpa merasa perlu malu atau risih. Bahkan bangga.

Kita doakan agar si ibu warung dilimpahkan rejekinya seluas-luasnya, diberkahi dan disertakan ridha dari Allah SWT dan semoga beliau menjadi ahlul Qur'an di surgaNya.

Kisah Inspiratif: Kisah Malaikat Kecil dan Nenek Tua

Kisah hari ini

Setiap selesai sholat jum'at tiap pekannya, seorang imam (masjid) dan anaknya (yg berumur 11 tahun) mempunyai jadwal membagikan buku – buku islam, diantaranya buku at-thoriq ilal jannah (jalan menuju surga). Mereka membagikannya di daerah mereka di pinggiran kota Amsterdam.
***
Namun tibalah suatu hari, ketika kota tersebut diguyuri hujan yang sangat lebat dengan suhu yang sangat dingin.
Sang anakpun mempersiapkan dirinya dengan memakai beberapa lapis pakaian demi mengurangi rasa dingin. Setelah selesai mempersiapkan diri, ia berkata kepada ayahnya: "wahai ayahku, aku telah siap" ayahnya menjawab : "siap untuk apa?" , ia berkata: "untuk membagikan buku (seperti biasanya)", sang ayahpun berucap: "suhu sangat dingin diluar sana, belum lagi hujan lebat yang mengguyur", sang anak menimpali dengan jawaban yang menakjubkan : "akan tetapi, sungguh banyak orang yang berjalan menuju neraka diluar sana dibawah guyuran hujan".
Sang ayah terhenyak dengan jawaban anaknya seraya berkata: "namun ayah tidak akan keluar dengan cuaca seperti ini", akhirnya anak tersebut meminta izin untuk keluar sendiri. Sang ayah berpikir sejenak dan akhirnya memberikan izin. Iapun mengambil beberapa buku dari ayahnya untuk dibagikan, dan berkata: "terimakasih wahai ayahku".
***
Dibawah guyuran hujan yang cukup deras, ditemani rasa dingin yang menggigit, anak itu membagikan buku kepada setiap orang yang ditemui. Tidak hanya itu, beberapa rumahpun ia hampiri demi tersebarnya buku tersebut.
***
Dua jam berlalu, tersisalah 1 buku ditangannya. Namun sudah tidak ada orang yang lewat di lorong tersebut. Akhirnya ia memilih untuk menghampiri sebuah rumah disebrang jalan untuk menyerahkan buku terakhir tersebut.
Sesampainya di depat rumah, iapun memencet bel, tapi tidak ada respon. Ia ulangi beberapa kali, hasilnya tetap sama. Ketika hendak beranjak seperti ada yang menahan langkahnya, dan ia coba sekali lagi ditambah ketukan tangan kecilnya. Sebenarnya ia juga tidak mengerti kenapa ia begitu penasaran dengan rumah tersebut.
Pintupun terbuka perlahan, disertai munculnya sesosok nenek yang tampak sangat sedih. Nenek berkata: "ada yang bisa saya bantu nak?". Si anak berkata (dg mata yg berkilau dan senyuman yang menerangi dunia): "Saya minta maaf jika mengganggu, akan tetapi saya ingin menyampaikan bahwa Allah sangat mencintai dan memperhatikan nyonya. Kemudian saya ingin menghadiahkan buku ini kepada nyonya, di dalam nya dijelaskan tentang Allah Ta'ala, kewajiban seorang hamba, dan tips-tips memperoleh keridhoannya.
***
Satu pekan berlalu, seperti biasa sang imam memberikan ceramah di masjid. Seusai ceramah ia mempersilahkan jama'ah untuk berkonsultasi. Terdengar sayup – sayup dr shaf perempuan seorang perempuan tua berkata:"Tidak ada seorangpun yang mengenal saya disini, dan belum ada yang mengunjungiku sebelumnya. Satu pekan yang lalu saya ..... seorang muslim, bahkan tidak pernah terbetik dalam pikiranku hal tersebut sedikitpun. Suamiku telah wafat dan dia meninggalkanku sebatang kara di bumi ini".

Dan iapun memulai ceritanya bertemu anak itu.
Ketika itu cuaca sangat dingin disertai hujan lebat, aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku. Kesedihanku sangat mendalam, dan tidak ada seorangpun yang peduli padaku. Maka tidak ada alasan bagiku untuk hidup. Akupun naik ke atas kursi dan mengalungkan leherku dengan seutas tali yang sdh kutambatkan sebelumnya. Ketika hendak melompat, terdengar olehku suara bel. Aku terdiam sejenak dan berpikir :"paling sebentar lagi juga pergi".
Namun suara bel dan ketukan pintu semakin kuat. Aku berkata dalam hati: "siapa gerangan yang sudi mengunjungiku,… tidak akan ada yang mengetuk pintu rumahku".
Kulepaskan tali yang sdh siap membantuku mengakhiri nyawaku, dan bergegas ke pintu. ketika pintu kubuka, aku melihat sesosok anak kecil dengan pandangan dan senyuman yang belum pernah kulihat sebelumnya. Aku tidak mampu menggambarkan sosoknya kepada kalian.
Perkataan lembutnya telah mengetuk hatiku yang mati hingga bangkit kembali. Ia berkata: "Nyonya, saya datang untuk menyampaikan bahwa Allah Ta'ala sangat menyayangi dan memperhatikan nyonya", lalu dia memberikan buku ini (buku jalan menuju surga) kepadaku.
Malaikat kecil itu datang kepadaku secara tiba-tiba, dan menghilang dibalik guyuran hujan hari itu juga secara tiba2. Setelah menutup pintu aku langsung membaca buku dari malaikat kecilku itu sampai selesai. Seketika kusingkirkan tali dan kursi yang telah menungguku, karena aku tidak akan membutuhkannya lagi.
Sekarang lihatlah aku, diriku sangat bahagia karena aku telah mengenal Tuhanku yang sesungguhnya. Akupun sengaja mendatangi kalian berdasarkan alamat yang tertera di buku tersebut untuk berterimakasih kepada kalian yang telah mengirimkan malaikat kecilku pada waktu yang tepat. Hingga aku terbebas dari kekalnya api neraka.
***
Air mata semua orang mengalir tanpa terbendung, masjid bergemuruh dengan isak tangis dan pekikan takbir… Allahu akbar…

***
Sang imam (ayah dari anak itu) beranjak menuju tempat dimana malaikat kecil itu duduk dan memeluknya erat, dan tangisnyapun pecah tak terbendung dihadapan para jamaah.
Sungguh mengharukan, mungkin tidak ada seorang ayahpun yang tidak bangga terhadap anaknya seperti yang dirasakan imam tersebut.
***
Judul asli : قصة رائعة جدا ومعبرة ومؤثرة
Penerjemah : Shiddiq Al-Bonjowiy

Pantun Tentang Sholat, Semoga Bermanfaat

🔷Bila "Shubuh" utuh,
🔷 Pagi pun tumbuh,
🔷 Hati terasa teduh,
🔷 Pribadi tdk angkuh,
🔷 Keluarga tdk keruh,
🔷 Maka damai berlabuh..

🔷 Bila "Dhuhur" teratur,
🔷 Diri jadi jujur,
🔷 Hati tdk kufur,
🔷 Jiwa selalu bersyukur,
🔷 Amal ibadah tdk udzur,
🔷 Keluarga akur,
🔷 Maka Pribadi jadi makmur..

🔷 Bila "Ashar" kelar,
🔷 Jiwa jadi sabar,
🔷 Raga jadi tegar,
🔷 Senyum pun menyebar,
🔷 InsyaAllah rezeki lancar...

🔷 Bila "Maghrib" tertib,
🔷 Ngaji menjadi wajib,
🔷 Wirid jadi karib,
🔷 Jauh dari aib,
🔷 InsyaAllah syafaat tdk raib...

🔷 Bila "Isya" terjaga,
🔷 Malam bercahaya,
🔷 Hati damai sejahtera,
🔷 InsyaAllah hidup pun bahagia.

Lomba Selfie by Rumah Zakat (RZ)

Buruan ikutan lomba selfie berhadiah yang diadakan oleh Rumah Zakat (RZ), untuk info lebih lanjut yuk lihat dibawah ini! !

Seleksi Masuk Universitas Padjajaran (SMUP) 2015 tanpa tes

Telah dibuka Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) program Diploma TANPA TES, hanya menggunakan nilai mapel Matematika, B. Indonesia dan B. Inggris dari semester 1 hingga 5. Ditambah biaya administrasi sebesar Rp250.000,- untuk prodi D3 dan Rp 500.000,- untuk prodi D4 Bidan Pendidik.
Pendaftaran dan registrasi akan ditutup pada 22 Juli 2015. Kemudian hasil seleksi akan diumumkan pada 31 Juli 2015.

Prodi yang ditawarkan :
D4 Bidan Pendidik
D3 Analis Kimia
D3 Akuntansi
D3 Administrasi Perpajakan
D3 Manajemen Pemasaran
D3 Bisnis Internasional
D3 Administrasi
D3 Administrasi Pemerintahan
D3 Hubungan Masyarakat

Ayo, jangan sia-siakan kesempatan berharga ini, mari bergabung menjadi mahasiswa Unpad 2015, info selengkapnya silakan kunjungi http://smup.unpad.ac.id/persyaratan-diploma

Sebarkan informasi ini, siapa tau ada adik, saudara atau teman kita yang membutuhkan informasi ini.
:)

RENTAN TERHADAP PENYAKIT. "IKHTIAR SEBELUM KE DOKTER"

بِسْمِ اللّٰةِ الرَ حْمَنِِّ الرَ حِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ya Alloh, kami memohon kpd-Mu agar Engkau memberkati bagi keluarga kami dlm pendengaran kami, dlm penglihatan kami, dlm ruh kami, dlm penciptaan kami, dlm hidup kami, dan dlm amal kami, dan terimalah kebaikan2 kami, dan kami memohon kpd-Mu derajat yg tinggi di Keridhoan Mu, Aamiin.....

Ada seorang dokter membuka klinik di Tanah Suci.
Selama enam bulan praktek, tidak ada seorang pasienpun yang datang untuk berobat.
Hingga beliau merasa heran, apakah orang-orang disini tidak pernah sakit?

Akhirnya beliau temukan jawabannya, dari salah satu muslim di sana :

(1). Bila kami sakit, ikhtiar pertama yang kami lakukan ialah shalat dua rakaat, dan memohon kesehatan kepada Allah. Insya Allah sembuh dengan ijin dan kasih sayangNya.

(2). Kalau belum sembuh, kami lakukan cara kedua yaitu baca Al Fatihah/surat-surat lain, tiupkan pada air dan minum. Dan alhamdulillaah kami akan sehat. Inilah Ruqyah untuk diri sendiri.

(3). Tapi kalau belum sehat juga, kami lakukan ikhtiar yg ketiga. Yaitu bersedekah, dengan niat mendapatkan pahala kebaikan dan dijadikan jalan penyembuh sakit kami. Insya Allah akan sembuh.

(4). Kalau tidak sembuh juga, kami akan tempuh ikhtiar yg keempat. Yaitu banyak istighfar, untuk bertaubat. Sebab, Nabi memberitahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa-dosa.

(5). Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar ... Yaitu minum madu dan habbatussauda'.

(6). Ikhtiyar yg keenam yaitu dengan mengonsumsi makanan herbal, seperti bawang putih, buah tin, zaitun, kurma, etc, seperti yang disebut dalam Al Qur'an.

(7). Dan, Alhamdulillaah. Laa hawlaa wa laa quwwataa illaa billaah. Jika belum sembuh, baru kami ikhtiar ketujuh yaitu pergi ke dokter. Insya Allah akan diberi kesembuhan dari Allah Azza wa Jalla.. . Aamiin..

Wallaahu a'lam bissawwab

Silahkan di share semoga bermanfaat

Belajar Bahasa Arab: Perkenalan dalam Bahasa Arab

Belajar Bahasa Arab
Dasar


Perkenalan
(التَّعّارُفُ)

BAHASA INDONESIA
BAHASA JERMAN
اللغة العربية
+ Assalamu’alaikum Wr. Wb.
- Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبرَكَاتُهُ
وَعَلَيْكُمْ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبرَكَاتُهُ
+ Selamat datang
- Terima kasih

مَرْحَباً ، أَهْلاً وَسَهْلاً
(Marhaban, Ahlan wa sahlan)
أَهْلاً بِكَ شُكْراً
(Ahlan bika syukron)
+ Siapa nama Anda (lk)?
- Nama saya Ahmad

+ Siapa nama Anda (pr)?
- Nama saya Fathima

مَاسْمُكَ ؟ مَاسْمُكِ ؟
(Masmuka/Masmuki)
اِسْمِىْ أَحْمَدُ / فَاطِمَة
(Ismi Ahmad/Fathima)
+ Dari mana Anda berasal?
- Saya dari Jakarta

مِنْ أَيْنَ أَنْتَ / أَنْتِ؟
(Min aina anta/anti?)
أَنَا مِنْ جَاكَرْتَا
(Ana min Jakarta)
+ Apa kebangsaan Anda?
- Saya orang Indonesia

مَا جِنْسِيَّتُكَ / كِ ؟
(Ma jinsiyatuka/ki?)
أَنَا إِنْدُوْنِيْسِيٌّ
(Ana Indunisiyyun)
+ Senang berkenalan dengan Anda
- Terima kasih, Senang juga berkenalan dengan Anda

أَنَا مَسْرُوْرٌ بِلِقَاءِكَ / كِ
(Ana masrurun bi liqoika/ki)
وَأَنَا كَذَلِكَ
+ Selamat tinggal
- Sampai Jumpa

أَسْتَوْدِعُكَ / كِ  - ٍ إِلَى الِّلقَاءِ
(Astaudiuka/ki  - Ilal liqoo)
إِلَى الِّلقَاءِ
(- Ilal liqoo)

Catatan: yang menggunakan warna merah pembeda antara laki-laki dan perempuan

Belajar Bahasa Arab: Perkenalan dalam Bahasa Arab

Belajar Bahasa Arab
Dasar


Perkenalan
(التَّعّارُفُ)

BAHASA INDONESIA
BAHASA JERMAN
اللغة العربية
+ Assalamu’alaikum Wr. Wb.
- Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبرَكَاتُهُ
وَعَلَيْكُمْ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبرَكَاتُهُ
+ Selamat datang
- Terima kasih

مَرْحَباً ، أَهْلاً وَسَهْلاً
(Marhaban, Ahlan wa sahlan)
أَهْلاً بِكَ شُكْراً
(Ahlan bika syukron)
+ Siapa nama Anda (lk)?
- Nama saya Ahmad

+ Siapa nama Anda (pr)?
- Nama saya Fathima

مَاسْمُكَ ؟ مَاسْمُكِ ؟
(Masmuka/Masmuki)
اِسْمِىْ أَحْمَدُ / فَاطِمَة
(Ismi Ahmad/Fathima)
+ Dari mana Anda berasal?
- Saya dari Jakarta

مِنْ أَيْنَ أَنْتَ / أَنْتِ؟
(Min aina anta/anti?)
أَنَا مِنْ جَاكَرْتَا
(Ana min Jakarta)
+ Apa kebangsaan Anda?
- Saya orang Indonesia

مَا جِنْسِيَّتُكَ / كِ ؟
(Ma jinsiyatuka/ki?)
أَنَا إِنْدُوْنِيْسِيٌّ
(Ana Indunisiyyun)
+ Senang berkenalan dengan Anda
- Terima kasih, Senang juga berkenalan dengan Anda

أَنَا مَسْرُوْرٌ بِلِقَاءِكَ / كِ
(Ana masrurun bi liqoika/ki)
وَأَنَا كَذَلِكَ
+ Selamat tinggal
- Sampai Jumpa

أَسْتَوْدِعُكَ / كِ  - ٍ إِلَى الِّلقَاءِ
(Astaudiuka/ki  - Ilal liqoo)
إِلَى الِّلقَاءِ
(- Ilal liqoo)

Catatan: yang menggunakan warna merah pembeda antara laki-laki dan perempuan
Belajar Bahasa Arab
Dasar


Perkenalan
(التَّعّارُفُ)

BAHASA INDONESIA
BAHASA JERMAN
اللغة العربية
+ Assalamu’alaikum Wr. Wb.
- Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبرَكَاتُهُ
وَعَلَيْكُمْ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبرَكَاتُهُ
+ Selamat datang
- Terima kasih

مَرْحَباً ، أَهْلاً وَسَهْلاً
(Marhaban, Ahlan wa sahlan)
أَهْلاً بِكَ شُكْراً
(Ahlan bika syukron)
+ Siapa nama Anda (lk)?
- Nama saya Ahmad

+ Siapa nama Anda (pr)?
- Nama saya Fathima

مَاسْمُكَ ؟ مَاسْمُكِ ؟
(Masmuka/Masmuki)
اِسْمِىْ أَحْمَدُ / فَاطِمَة
(Ismi Ahmad/Fathima)
+ Dari mana Anda berasal?
- Saya dari Jakarta

مِنْ أَيْنَ أَنْتَ / أَنْتِ؟
(Min aina anta/anti?)
أَنَا مِنْ جَاكَرْتَا
(Ana min Jakarta)
+ Apa kebangsaan Anda?
- Saya orang Indonesia

مَا جِنْسِيَّتُكَ / كِ ؟
(Ma jinsiyatuka/ki?)
أَنَا إِنْدُوْنِيْسِيٌّ
(Ana Indunisiyyun)
+ Senang berkenalan dengan Anda
- Terima kasih, Senang juga berkenalan dengan Anda

أَنَا مَسْرُوْرٌ بِلِقَاءِكَ / كِ
(Ana masrurun bi liqoika/ki)
وَأَنَا كَذَلِكَ
+ Selamat tinggal
- Sampai Jumpa

أَسْتَوْدِعُكَ / كِ  - ٍ إِلَى الِّلقَاءِ
(Astaudiuka/ki  - Ilal liqoo)
إِلَى الِّلقَاءِ
(- Ilal liqoo)

Catatan: yang menggunakan warna merah pembeda antara laki-laki dan perempuan