Showing posts with label Mesjid Nabawi. Show all posts
Showing posts with label Mesjid Nabawi. Show all posts

Menjadi Yang Terbaik




Al-Khoir (kebaikan) adalah sebuah kata yang mencakup segala yang dimanfaatkan oleh manusia, dan kebaikan berada di tangan Allah Yang menguasai Kerajaan. Allah berfirman :

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٢٦)

Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai Kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut Kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Ali Imron : 26)

Seluruh kebaikan yang diperoleh dari sisi para hamba kalau bukan karena Allah yang memberikan mereka kemampuan untuk meraihnya dan membimbing mereka maka mereka tidak akan mampu meraihnya. Mengerjakan kebajikan adalah tugas para nabi dan merupakan ciri orang-orang yang beruntung. Allah berfirman :

وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ (٧٣)

Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada kamilah mereka selalu menyembah (QS Al-Anbiyaa : 73)

Diantara doa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيِرَاتِ وَتَرْكَ المُنْكَرَاتِ

"Ya Allah aku memohon kepadamu untuk mengerjakan kebajikan dan meninggalkan kemunkaran" (HR At-Thirmidzi)

Dan perbuatan kebajikan mengantarkan kepada istiqomahnya kehidupan individu dan masyarakat. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. (QS Al-Hajj : 77)

Seorang mukmin janganlah meremehkan kebaikan sedikit dan sekecil apapun. Allah ta'ala berfirman :

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (٧)

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. (QS Az-Zalzalah : 7)

Dan sesungguhnya kita umat Islam –bagaimanapun kondisi kita- adalah umat yang terbaik yang dikeluarkan bagi manusia. Keterbaikan ini bukanlah bentuk fanatik kesukuan bukan pula karena untuk kebangsaan tertentu tanpa kebangsaan yang lainnya. Allah berfirman :

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS Ali Imron : 110)

Diantara tanda-tanda keterbaikan adalah amar ma'ruf dan nahi munkar. Kalau seandainya dilipat hamparannya, ditinggalkan ilmunya dan penerapannya, maka akan tersebar kesesatan, beredar kebodohan, negeri akan rusak, dan manusia akan binasa.

Keterbaikan senantiasa menyertai seorang mukmin dalam segala kondisinya jika imannya sempurna. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Bersabda :

"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, seluruh perkaranya adalah baik, dan hal ini tidak berlaku kecuali kepada seorang mukmin. Jika ia merasakan kesenangan maka ia bersyukur maka ini yang terbaik baginya, dan jika ia ditimpa kesulitan maka iapun bersabar, dan inilah yang terbaik baginya" (HR Muslim).

Seorang mukmin akan meraih keterbaikan melalui mempelajari al-Qur'an da mengajarkannya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur'an dan mengajarkannya" (HR Al-Bukhari)

Hal ini memotivasi seorang muslim untuk mendorong putra putrinya untuk mempelajari al-Qur'an di halaqoh-halaqoh Al-Qur'an, mendidik mereka untuk mencintai kitab Rabb mereka untuk menimba dari sumber airnya  yang tidak akan pernah kering. Maka seluruh kebaikan dan keterbaikan ada pada al-Qur'an, agar mereka bahagia di dunia sebelum di akhirat.

          Seorang muslim meraih keterbaikan dengan menuntut ilmu syar'i dan mendalaminya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ

"Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya maka Allah memahamkannya agama"

Ilmu merupakan perkara yang harus ada dalam kebangkitan umat dan pembangunan peradaban, serta pengembangan masyarakat dan memajukannya ke arah masa depan yang cemerlang.

          Diantara keterbaikan adalah mengagungkan perkara-perkara yang terhormat di sisi Allah. Allah berfirman :

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ

Demikianlah (perintah Allah). dan Barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah (QS Al-Hajj : 30)

Dan perkara-perkara yang terhormat di sisi Allah adalah hak-hak Allah ta'ala. dan menjalankan hak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Termasuk mengagungkan syiar-syiar Allah yang terkait dengan waktu ialah menghormati bulan Ramadhan. Termasuk mengagungkan hal-hal yang dimuliakan Allah ialah tidak menganggap remeh dosa-dosa kecil. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

((  إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ فإنهن يحتمعن على الرجل حتى يهلكنه ))

Janganlah kalian anggap remeh dosa-dosa kecil, sebab dosa-dosa kecil tersebut terkumpul pada diri seseorang, hingga membinasakannya  (HR. Ahmad)

Keterbaikan juga ada pada seorang mukmin yang kuat fisiknya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

(( الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كلٍّ خيرٌ ))

Orang mukmin yang berbadan kuat lebih baik dan lebih disenangi Allah dari pada orang mukmin yang lemah, namun demikian masing-masing mempunyai kebaikan.

Maka seharusnya orang mukmin memiliki kekuatan fisik dan kekuatan dalam membela kebenaran.

Termasuk keterbaikan ialah berhias diri dengan akhlak yang mulia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

(( خِيَارَكُمْ أَحَسنُكُمْ أَخْلاَقًا المُوَطّئوْنَ أكتافًا ))

( Orang-orang pilihan di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya serta yang membentangkan bahunya ). Artinya orang yang baik mudah bergaul, rendah hati sehingga orang lain merasa nyaman bersahabat dengannya dan tidak terganggu.

Termasuk keterbaikan adalah membayar hutang dengan baik.   Dari Abu Hurairah r.a. berkata :

(( كَانَ لِرَجُلٍ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِنٌّ مِنَ الإِبِلِ، فَجَاءَهُ يَتَقَاضَاهُ، فَقَالَ: «أَعْطُوهُ»، فَطَلَبُوا سِنَّهُ، فَلَمْ يَجِدُوا لَهُ إِلَّا سِنًّا فَوْقَهَا، فَقَالَ: «أَعْطُوهُ»، فَقَالَ: أَوْفَيْتَنِي أَوْفَى اللَّهُ بِكَ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً ))

Ada seorang lelaki menghutangkan seekor unta dengan umur tertentu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Lelaki itu datang kepada beliau untuk menagihnya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata : “berikanlah hak orang ini “ maka para sahabat mencarikan unta yang seumur dengan unta yang beliau pinjam, hanya saja mereka tidak menemukannya kecuali unta yang umurnya di atasnya. Maka beliau shallallahu 'alaihi wasallam berkata : “serahkanlah kepadanya”. Lelaki itu lalu berkata : “Engkau telah memenuhi hakku secara sempurna, semoga saja Allah memenuhi hakmu”. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “ Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutangnya).

Di antara amal kebajikan ialah memberi manfaat kepada sesama dan melayani mereka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

((  خَيْرُ النّاسِ أنْفَعُهُمْ لِلنّاسِ ))

( Sebaik-baik manusia ialah yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain ) HR Thabrani. 

Memberi manfaat kepada siapapun manusia; termasuk didalamnya menyenangkan hati sesama kaum muslimin, dengan berkunjung dan memberi hadiah, memuliakan anak-anaknya, memberikan makanan dan menghilangkan penderitaan kaum muslimin.

Diantara keterbaikan orang-orang pilihan ialah diharapkan dari mereka kebaikan dan tidak dikhawatirkan ada gangguan dari mereka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

((  خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ، وَشَرُّكُمْ مَنْ لاَ يُرْجَى خَيْرُهُ وَلاَ يُؤْمَنُ شَرُّهُ  )).

( Sebaik-baik kalian ialah orang yang bisa diharapkan kebaikannya dan tidak dikawatirkan keburukannya. Sedangkan seburuk-buruk kalian ialah orang yang tidak bisa diharapkan kebaikannya dan dikawatirkan keburukannya ) HR Turmudzi.

Salah satu ciri-ciri sifat keterbaikan adalah bersih hati dan jujur perkataan. Allah Ta'ala berfirman :

فَإِذَا عَزَمَ الأمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ (٢١)

Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). tetapi Jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. (QS Muhammad : 21)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya : Siapakah orang yang paling baik ? Beliau menjawab :

ذُوْ الْقَلْبِ الْمَخْمُوْمِ وَاللِّسَانِ الصَّادِقِ

“ Orang yang berhati bersih dan tutur kata yang benar “  HR Ibnu Majah.

Tentu suatu pekerjaan yang memerlukan perjuangan kuat untuk membersihkan hati itu dari kecenderungan-kecenderungan berbuat zalim, dengki dan hasud. Alangkah banyak terkotornya hari dengan sifat-sifat buruk ini !

Bersegera berbuat kebajikan, tidak merasa berat, bermalas-malas menjalankannya merupakan ciri khas orang-orang yang shalih. Allah Ta'ala berfirman :

((  وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ  ))

( Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan ) Qs Al-Baqarah : 148

Tanda kebajikan orang-orang pilihan ialah kearifan dan keseimbangan dalam berpikir. Allah Ta'ala berfirman :

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلا أُولُو الألْبَابِ (٢٦٩)

Allah menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). (QS Al-Baqoroh : 269)

Hikmah ialah kemampuan dalam membedakan antara yang benar dan yang salah, antara kebajikan dengan keburukan serta kemampuan bekerja secara profesional.

Nilai keterbaikan dapat diraih melalui cinta kepada kebajikan dengan kesungguhan niat dalam memperolehnya. Allah Ta'ala berfirman :

((  إِنْ يَعْلَم اللهُ فِي قُلُوبكُمْ خَيْرًا يُؤْتكُمْ خَيْرًا ))

( Jika sekiranya Allah mengetahui dihati kalian ada kebaikan, tentu Ia memberikan kepada kalian kebaikan )

Maka, sesuai dengan kadar tulusnya niat akan diraih anugerah Allah.

Keterbaikan dapat diraih pula dengan bertaubat. Firman Allah Ta'ala :

(( فَإنْ يَتوْبُوْا يَكُ خَيْرًا لَهُمْ ))

( Jikalau mereka bertaubat, maka yang demikian itu suatu kebaikan bagi mereka )

Keterbaikan pun dapat diperoleh dengan cara menunjukkan tentang kebaikan dan medan-medan kebaikan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

(( مَنْ دَلّ عَلَى خيْرٍ فلَهُ مِثْل أجْر فَاعِلِه ))

( Barang siapa yang menunjukkan ke arah kebajikan, maka dia mendapatkan pahalah seperti yang diraih pelakunya ). HR. Muslim

Keterbaikan dapat pula diperoleh dengan berlaku adil terhadap manusia lain. Firman Allah :

وَأَوْفُوا الْكَيْلَ إِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا (٣٥)

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (Qs Al-Isroo' : 35)

Keterbaikan dapat diperoleh pula dengan bersedekah. Firman Allah Ta'ala :

وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٨٠)

Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (QS Al-Baqoroh : 280)

Termasuk tanda-tanda keterbaikan, usia panjang disertai amal perbuatan yang baik. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. secara marfu’ :

(( ألا أخبركم بخياركم ؟ قالوا بلى يا رسول الله ، قال " أطولكم أعمارا وأحسنكم أخلاقا ))

( Maukah kamu aku beritahu tentang orang-orang pilihan di antara kamu ? Mereka menjawab : Tentu Ya Rasulallah ! Beliau bersabda : “Orang yang paling panjang usianya di antara kamu dan yang paling baik akhlaknya” ) HR Al-Hakim dan Ibnu Hibban dalam shahihnya.

Diantara tanda keterbaikan seorang lelaki adalah baiknya dia memperlakukan keluarganya. Dari Aisya r.a. berkata. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

(( خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي  ))

(Sebaik-baik kamu adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya, dan akupun yang terbaik di antara kamu terhadap keluargaku ) HR At-Turmudzi dan Ibnu Majah.

Diantara tanda keterbaikan pada seorang wanita ialah kesungguhannya menjaga kehormatannya.

Allah Ta'ala berfirman :

وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (٦٠)

( Dan bahwa mereka [ wanita-wanita ] itu menjaga diri mereka akan lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui ) (QS An-Nuur : 60)

Selendang kehormatan merupakan lambang terjaganya kesucian wanita bila dibarengi dengan upaya menjauhkan diri dari terbukanya aurat, bersolek,   sikap kebebasan dan penyimpangan.

Tanda-tanda keterbaikan bagi para penguasa ialah kecintaan rakyat kepada mereka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

((خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ، وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ، وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ، وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ))

( Orang-orang pilihan dari pemimpin kalian adalah mereka yang kalian cintai dan merekanpun mencitai kalian. Mereka mendoakan kalian dan kalianpun mendoakan mereka. Sedangkan orang-orang yang jahat dari pemimpin kalian ialah mereka yang kalian benci dan merekapun membenci kalian. Kalian mengutuk mereka dan merekapun mengutuk kalian ) HR Muslim

Termasuk peluang emas untuk mengembangkan kebajikan yang banyak dalam jiwa dan kehidupan ialah bulan Ramadhan yang penuh berkah yang kilauan kilatannya dan pancaran bulan sabitnya sebentar lagi akan terlihat. Bulan yang dapat memulihkan kembali kejernihan hati setelah tercoreng oleh kotoran dunia, menormalkan kembali keindahan jiwa setelah berlumuran dengan berbagai kesibukan hidup, mensucikan kembali hati nurani setelah sempat tercemar oleh kotoran-kotoran fitnah. Inilah momentum untuk meraih kebajikan; di dalamnya ada Lailatul-Qadar yang nilainya lebih baik dari pada seribu bulan.

تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤)سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥)

 ( Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar ) Qs Al-Qadr : 4-5

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

(( مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ  ))

( Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mencari ridha Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu )

((  مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ  ))

( Barangsiapa yang beribadah malam bulan ramadhan karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu ) HR Bukhari dan Muslim

 فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً أَوْ حَجَّةً مَعِي

( Sesungguhnya umrah pada bulan ramadhan setara pahala haji, atau seperti menunaikan haji bersamaku)

((  كَانَ أَجْوَدَ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ  ))

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sangat dermawan tatkala Ramadhan, dan beliau dalam melakkan kebaikan lebih cepat dari pada angin yang meniup dengan lepas (HR Bukhari dan Muslim).

Ambillah Kesempatan Itu



Kehidupan ini merupakan kesempatan, dan kehidupan berisi merupakan kesempatan-kesempatan yang silih berganti yang tidak terhingga. Allah menjalankan hamba-hambaNya dalam kesempatan-kesempatan tersebut, kesempatan-kesempatan yang bervariasi, selalu hadir dalam segala bidang. Ada kesempatan yang akhirnya merubah arah kehidupan, ada kesempatan yang mendatangkan perubahan kehidupan menjadi lebih baik bagi orang yang menggunakan kesempatan tersebut dan mengembangkannya.

Sebagian kesempatan tidak terulang lagi. Sebagian salaf berkata :

إذا فُتح لأحدكم بابُ فليُسْرعْ إليه، فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِي مَتَى يُغلَقُ عَنْهُ

"Jika dibukakan bagi seorang dari kalian pintu kebaikan maka bersegeralah menuju kepadanya, karena sesungguhnya ia tidak tahu kapan ditutup pintu tersebut" Kesempatan terkadang dalam bentuk ketaatan, atau amalan kebajikan untuk membangun negeri atau pengembangan masyarakat, dan terkadang kesempatan berupa kedudukan dan jabatan untuk ia gunakan demi membantu kepada agama dan umat, dan terkadang kesempatan dalam bentuk perdagangan

نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ مَعَ الرَّجُلِ الصَّالِحِ

"Sebaik-baik harta yang baik adalah bersama hamba yang sholeh" (HR Ibnu Hibbaan)

Kesempatan dalam kehidupan seorang mukmin terbuka terus sepanjang hidup, tegak terus hingga saat-saat terakhir dari umurnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

إِن قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا

"Jika tegak hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum tegak hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah" (HR Al-Bukhari di Al-Adab Al-Mufrod)

Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam adalah teladan yang diikuti, dengan kesiagaannya selalu, pandangan beliau yang tajam dan terang dalam memanfaatkan kesempatan-kesempatan. Beliau selalu memotivasi dalam ketaatan, memberi dorongan kepada hamba-hamba Allah, memberi pengarahan dan tarbiyah. Suatu hari beliau membonceng Ibnu Abbas –semoga Allah meridoinya- di belakang beliau, maka beliau berkata ;

"Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepada engkau beberapa perkataan, jagalah Allah maka niscaya Allah akan menjagamu, jagalah Allah maka niscaya engkau akan mendapati Allah di hadapanmu, jika engkau memohon maka mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah" (HR at-Tirimidzi)

Tatkala beliau melihat tangan Umar bin Abi Salamah berkeliaran di tampan makanan, maka beliau berkata :

يَا غُلاَمُ، سَمِّ اللهَ، وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ

"Wahai pemuda, ucaplah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang dekat denganmu" (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Adapun Abu Bakar As-Shiddiq –semoga Allah meridhoinya-, maka beliau telah bersegera dalam memanfaatkan kesempatan, maka beliau telah meraih predikat "pelopor" dalam masuk Islam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang beliau ;

إِنَّ اللَّهَ بَعَثَنِي إِلَيْكُمْ فَقُلْتُمْ: كَذَبْتَ، وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: صَدَقَ، وَوَاسَانِي بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَهَلْ أَنْتُمْ تَارِكُو لِي صَاحِبِي " –مرَّتّيْنِ-، قَالَ: فَمَا أُوذِيَ بَعْدَهَا

"Sesungguhnya Allah mengutus aku kepada kalian lalu kalian berkata : "Engkau berdusta", adapun Abu Bakar beliau berkata, "Muhammad telah benar", ia telah menolongku dengan jiwa dan hartanya. Maka apakah kalian tidak meninggalkan gangguan terhadap sahabatku (yaitu Abu Bakar) demi aku !! (Rasulullah mengucapkannya dua kali)". Maka Abu Bakar tidak pernah diganggu lagi setelah itu (HR Al-Bukhari).

Lihatlah Utsman bin 'Affan –semoga Allah meridhoinya-, beliau menggunakan kesempatan keberadaan para sahabat di kota Madinah, maka beliaupun menjadikan semua orang bersatu dalam satu mushaf pada seorang imam yang disepakati oleh para sahabat, lalu jadilah imam tersebut adalah imam yang disepakati, maka Allah-pun menjaga kaum muslimin dengan sebab imam tersebut dari banyak keburukan dan perselisihan.

          Barangsiapa yang bersegera memanfaatkan kesempatan yang terbuka maka ia akan mendahului selainnya beberapa tingkatan. Orang-orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan Muhajirin dan Anshoor lebih afdol dari pada orang-orang yang datang setelah mereka. Dan diantara mereka ada para peserta perang Badar yang memiliki keutamaan yang tidak dimiliki oleh selain mereka. Dan parang sahabat yang masuk Islam sebelum Fathu Makkah, berhijrah dan berjihad dengan harta dan jiwa mereka, memiliki keutamaan yang lebih daripada para sahabat yang melakukan hal tersebut setelah Fathu Makkah. Allah berfirman :

وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ (١٠)أُولَئِكَ الْمُقَرَّبُونَ (١١)فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ (١٢)ثُلَّةٌ مِنَ الأوَّلِينَ (١٣)وَقَلِيلٌ مِنَ الآخِرِينَ (١٤)

Dan orang-orang yang beriman paling dahulu, mereka Itulah yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam jannah kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, Dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian (QS Al-Waqi'ah 10-14)

Kesempatan-kesempatan emas berlalu begitu cepat, karena waktunya sangat terbatas, cepat selesai, coba perhatikan perjalanan seorang yang telah tua, lihatlah begitu cepat perubahan kondisinya dari dahulunya sehat sekarang menjadi sakit, dari kaya menjadi miskin, dari rasa aman menjadi takut, dari waktu kosong kepada kesibukan, dari muda menjadi tua.

          Semakin ditekankan untuk memanfaatkan kesempatan di masa-masa fitnah dan musibah serta malapetaka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda

بَادِرُوا بالأَعْمَالِ فِتَناً كقِطَع اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِناً وَيُمْسِي كَاَفِراً، وَيُمْسِي مُؤْمناً وَيُصْبِحُ كافِراَ يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

"Bersegaralah beramal sholeh sebelum datangnya firnah-fitnah yang seperti potongan malam yang gelap gulita, seseorang di pagi hari dalam kondisi mukmin dan di sore hari menjadi kafir, seseorang di sore hari masih mukmin dan di pagi hari menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kepentingan dunia" (HR Muslim)

Karenanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengarahkan umatnya untuk memanfaatkan kesempatan dan bersegera untuk melakukan kebaikan sebelum terlambat, maka beliau bersabda :

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

"Manfaatkanlah 5 perkara sebelum 5 perkara, masa mudamu sebelum masa tuamu, kesehatanmu sebelum sakitmu, kecukupanmu sebelum engkau miskin, waktu luangmu sebelum kesibukanmu, kehidupanmu sebelum kematianmu. (HR An-Nasaai)

Manfaatkanlah kesempatan hidupmu, barangsiapa yang mati maka terputuslah amalannya, cita-citanya terluputkan, dan pasti datang kepadanya penyesalan. Manfaatkanlah kesehatanmu, barangsiapa yang sakit maka ia tidak kuat untuk melakukan banyak amal kebajikan, lalu ia berangan-angan seandainya ia di masa sehatnya ia sholat dan puasa. Manfaatkanlah waktu luangmu sebelum engkau dikejutkan dengan berbagai macam kesibukan, kau disibukkan dengan pekerjaan sehari-hari.  Manfaatkanlah masa mudamu sebelum engkau tua, maka beratlah tubuhmu, anggota-anggota tubuhmu tidak kuat lagi. Manfaatkanlah masa kayamu, bersedekahlah, berinfahklah, keluarkanlah hartamu, sebelum engkau kehilangan hartamu atau hartamu pergi meninggalkanmu.

          Seluruh kesempatan adalah manfaat, bagaimanapun kecilnya kesempatan tersebut dalam pandanganmu, maka itu adalah keuntungan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلِقٍ

"Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun meskipun hanya bertemu dengan saudaramu dengan wajah tersenyum"

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda :

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَمنْ لَمْ يجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

"Jagalah dirimu dari api neraka meskipun dengan bersedekah sepenggal butir kurma, dan barangsiapa yang tidak memiliki sesuatu untuk disedekahkan maka bersedekahlah dengan ucapan yang baik" (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda :

إنَّ العبْدَ لَيَتَكلَّمُ بالكلمةِ مِنْ رِضْوانِ الله، لا يُلْقي لها بالاً، يرْفَعُ الله بِها دَرَجاتٍ

"Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan suatu perkataan yang diridoi oleh Allah, ia tidak memperdulikan perkataan tersebut, maka Allah mengangkatnya beberapa derajat karena kalimat tersebut" (HR Al-Bukhari).

Demikianlah kondisi seorang muslim, ia selalu memanfaatkan segala kesempatan untuk memberi bagaimanapun kecilnya, ia berusaha semaksimal mungkin meskipun pemberian tersebut sedikit. Nabi Yusuf 'alaihis salam menghadapi sulitnya tinggal di negeri asing, kerasnya kezoliman dalam penjara, akan tetapi ia tetap beramal kebajikan demi agama, dan ia memberi pengarahan kepada jalan kebenaran. Ia berkata :

يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ (٣٩)

Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? (QS Yusuf : 39)

          Taubat merupakan kesempatan emas dalam kehidupan, seseorang tidak tahu kapan akan luput kesempatan tersebut dari dirinya. Allah berfirman :

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣)

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS Ali Imron : 133)

Dengan bertaubat maka Allah menganugerahkan kepada para hamba untuk instropeksi diri, untuk merenungkan tentang kondisi mereka, lalu mereka segera kembali kepada Allah sebelum datang kepada mereka kondisi-kondisi lemah dan petaka. Di dalam hadits :

إِنَّ صَاحِبَ الشِّمَالِ لِيَرْفَعُ الْقَلَمَ سِتَّ سَاعَاتٍ عَنِ الْعَبْدِ الْمُسْلِمِ الْمُخْطِئِ أَوِ الْمُسِيءِ، فَإِنْ نَدِمَ وَاسْتَغْفَرَ اللهَ مِنْهَا أَلْقَاهَا، وَإِلَّا كُتِبَتْ وَاحِدَةً

"Sesungguhnya malaikat yang di kiri mengangkat penanya selama enam waktu dari seorang hamba muslim yang bersalah atau berbuat keburukan, jika sang hamba menyesal dan memohon ampunan dari dosa tersebut maka iapun tidak jadi mencatat, namun jika tidak maka dicatat satu dosa" (HR At-Thobroni)

Dan musim-musim kebaikan merupakan kesempatan yang datang silih berganti, merupakan anugerah yang besar, yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang cerdas, musim haji mencuci dosa-dosa, umroh menebus kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa, demikian juga dengan bulan Ramadhan bersama siangnya yang agung dan indahnya malam-malamnya.

Menetap tinggal dan dekat dengan tempat-tempat mulia merupakan kesempatan yang berharga, karena kebaikan-kebaikan dilipat gandakan di Mekah dan Madinah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ، وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ

"Sholat di masjidku lebih baik dari seribu sholat di masjid yang lain, kecuali al-masjid al-harom. Dan sholat di al-masjidil haram lebih baik dari seratus ribu sholat di masjid yang lainnya" (HR Ibnu Majah)

Bahkan orang-orang yang terkena musibah, maka kesempatan mereka adalah mendapatkan pahala dalam kesabaran serta ridho dengan keputusan dan taqdir Allah.

Seorang muslim yang cerdas, adalah seorang yang memiliki semangat yang tinggi, ia mengembangkan jiwanya yang bersegera, maka ia menciptakan kesempatan-kesempatan dan ia melahirkan amalan-amalan yang terarah untuk mendapatkan pahala, untuk memanfaatkan waktu dan kehidupannya, maka iapun memberi manfaat kepada dirinya, iapun menambah bekalnya, ia berkhidmah kepada negerinya dan umat-nya.

Orang yang bahagia adalah orang yang menjadikan seluruh musim dalam kehidupannya sebagai kesempatan untuk menyucikan dirinya, menjadikan kehidupannya lebih baik, maka iapun bertekad dan serius serta iapun melombai waktu, bersegera menuju ketinggian. Adapun jika hilang sikap bersegera, tersebarlah sikap "berpangku tangan" maka seorang muslim akan kehilangan kesempatan-kesempatan berharga dan keberuntungan yang besar, serta akan tidak berfungsi kekuatannya, bekulah pengaruhnya di negeri dan umatnya. Hal ini menkonsekuensikan agar kita mengarahkan kehidupan kita dengan bimbingan, dengan serius dan memanfaatkan kesempatan-kesempatan, agar kita semakin maju di dunia dan semakin tinggi mulia dalam kehidupan, serta aman tenteram di hari akhirat.

Barangsiapa yang menjadikan tujuan hidupnya rendah, dan nilai dirinya dalam kehidupan ini murahan, maka ia telah meluputkan dirinya dari kesempatan-kesempatan dan hanya menghabiskan kehidupannya untuk bersenang-senang dan berhura-hura, maka hari-harinya pun sirna dalam kesia-siaan, tahun-tahun yang sia-sia itulah umurnya, dan ia akan berkata tatkala di akhirat :

يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي (٢٤)

"Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini". (QS Al-ajr : 24)

Jagalah Allah




Segala puji bagi Allah penolong orang-orang yang shalih, dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah Tuhan Yang Maha Benar dan Maha Menjelaskan. Dan aku bersaksi bahwasanya nabi kita dan pemimpin kita Muhammad adalah hambaNya dan RasulNya, pemimpin seluruh umat manusia. Ya Allah curahkanlah shalawat dan salam serta keberkahan kepadanya dan kepada keluarganya serta seluruh sahabatnya.
Amma ba'du, wahai kaum muslimin sekalian, aku washiatkan kepada kalian dan kepada diriku untuk bertakwa kepada Allah, karena takwa adalah landasan kebaikan dan keberhasilan, serta asas kemenangan dan keberuntungan.
Kaum muslimin sekalian, kaum muslimin saat ini menghadapi berbagai macam tantangan dan fitnah-fitnah yang mencekam serta cobaan-cobaan yang berat. Para cendekia berusaha melihat ke depan mencari solusi yang bisa menyelamatkan umat dari kondisinya saat ini. Kaum terpelajar menyodorkan pandangan mereka, para pakar politik mengajukan solusi, serta para penulis yang mengajukan pandangan-pandangan mereka, berbagai macam analisa muncul karena berbagai sebab, serta beragam pandangan untuk mencari solusi dan jalan keluar.
Telah tiba saatnya bagi umat seluruhnya baik masyarakat maupun individu, baik para penguasanya maupun rakyatnya untuk bangun dari tidur mereka dan kembali kepada sumber kekuatan mereka serta pondasi kebaikan dan kemenangan mereka, setelah mereka mencoba serangkaian eksperimen yang didasarkan kepada  rekayasa manusia serta produk-produk pemikiran asing yang tidak mendatangkan kecuali kehinaan, kerendahan, kelemahan, keterbelakangan, kehancuran, serta perpecahan dan tercerai berai.
Sungguh telah tiba saatnya bagi kaum muslimin untuk kembali kepada sumber kemuliaan mereka dan landasan kejayaan mereka. Telah tiba saatnya bagi mereka untuk segera meraih solusi yang tepat untuk menghadapi problematika mereka, yang bertolak dari prinsip-prinsip agama mereka dan asas aqidah mereka.
    Sesungguhnya umat ini tidak akan mendapatkan solusi yang tepat untuk penyakit-penyakit mereka, tidak akan meraih jalan keluar dari krisis dan problematika yang mereka hadapi kecuali dengan pemahaman yang benar dari Kitabullah dan sunnah Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Saudara-saudaraku seiman, simaklah sebuah wasiat yang agung yang bersumber dari pengajar umat manusia dan pemimpin seluruh makhluk, yaitu Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau mengarahkan kepada umat ini sebuah piagam yang abadi, dengannya maka baiklah kehidupan umat ini, dengannya masyarakat menjadi bahagia, negeri menjadi berkembang dengan menerapkannya. Wasiat ini harus senantiasa di depan mata kita, dan hendaknya penerapannya merupakan penentu seluruh tindakan dan kegiatan kita, yang mengarahkan gerakan kita, dan meluruskan kehendak kita dan arahan kita. Sebuah wasiat yang tidak berpihak kepada kepentingan golongan, tidak bertolak dari fanatisme kesukuan atau pandangan sesaat. Akan tetapi ini adalah wasiat yang muncul dari orang yang tidak berucap dari hawa nafsu, dan tidak keluar kecuali dari wayhu yang diwahyukan kepadanya. Ini adalah piagam Nabi Muhammad, wasiat yang bercahaya yang akan membangkitkan umat kepada kehidupan yang berkembang yang membuahkan kebaikan, kejayaan, kekuatan, kemuliaan, kemajuan, persatuan, dan keselarasan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (QS Al-Anfaal : 24)
Kehidupan yang memberikan kehidupan yang universal, mencakup individu dan kelompok, jiwa dan harta benda. Sesungguhnya ia adalah kehidupan yang dibangun di atas kekuatan iman yang pasti dibutuhkan dalam menghadapi krisis dan problematika. Kehidupan yang membawa umat kepada kebangkitan dengan maknanya yang paling universal dan yang paling tepat, serta dalam bentuk yang paling spesial. Yang akan mewujudkan kebahagiaan dan penuh dengan keamanan, keselamatan, kebaikan, perkembangan, dan kemajuan dalam seluruh sisi kehidupan.
    Kaum muslimin sekalian, sesungguhnya kejayaan telah terjamin dengan mewujudkan wasiat ini, kemuliaan di dunia dan akhirat terjamin dengan menerapkan poin-poin wasiat tersebut. Allah jalla wa ala berfirman :
فَمَنِ اتَّقَى وَأَصْلَحَ فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ
Maka Barangsiapa yang bertakwa dan Mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS Al-A'raf : 35)
Individu-individu akan terjerumus dalam kerugian jika tidak menerapkan wasiat tersebut, demikian juga masyarakat yang jauh dari kandungan wasiat ini akan mengarah kepada kerusakan dan kehancuran. Ini adalah wasiat yang menghubungkan seorang muslim dengan landasan agamanya seiring dengan hubungannya dengan produk-produk masa kini. Sebuah piagam dari Muhammad SAW, yang mewujudkannya adalah penjamin satu-satunya dalam menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh umat Islam, yang menargetkan kehancuran nilai-nilai luhurnya, potensinya, dan karakteristiknya. Umar Al-Faruq radhiallahu 'anhu berkata :
إِنَّمَا سَبَقْتُمُ النَّاسَ بِنُصْرَةِ هَذَا الدِّيْنِ
"Sesungguhnya kalian mengungguli umat yang lain karena kalian menolong agama ini"
Marilah kita bersama –semoga Allah menjaga kalian- mendengarkan wasiat yang agung dan piagam yang abadi, dengan pendengaran yang disertai ketundukkan, pelaksanaan, dan pengamalan terhadap wasiat tersebut dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.
Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma berkata ;
"Aku di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari, maka beliau berkata kepadaku, "Wahai sang pemuda, sungguh aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu, jagalah Allah maka nisacaya engkau mendapatiNya di hadapanmu. Jika engkau memohon maka mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan maka mintalah kepada Allah. Ketahuilah seandainya umat manusia bersatu padu untuk memberi suatu kemanfaatan kepadamu maka mereka tidak akan bisa memberi kemanfaatan kepadamu kecuali yang telah ditetapkan oleh Allah bagimu. Dan jika mereka bersatu untuk memberi suatu kemudhorotan kepadamu maka mereka tidak akan memberi kemudhorotan kepadamu kecuali yang telah ditetapkan oleh Allah akan menimpamu. Pena-pena telah diangkat, dan lembaran-lembaran telah kering" (HR At-Tirmidzi, dan beliau berkata : Hasan shahih, dan hadits ini adalah shahih menurut para pakar hadits)
Dalam riwayat yang lain : "Jagalah Allah maka engkau akan mendapati Allah di hadapanmu, kenalilah Allah tatkala engkau dalam kelapangan maka niscaya Allah akan mengenalmu tatkala engkau dalam kesulitan. Dan ketahuilah bahwasanya apa yang luput darimu tidak akan mengenaimu, dan apa yang menimpamu maka tidak akan terluput darimu. Ketahuilah bahwasanya kemenangan bersama kesabaran, dan jalan keluar bersama penderitaan, dan kemudahan bersama kesulitan".
Ulama berkata : Hadits ini mengandung wasiat-wasiat yang agung dan kaidah-kaidah tentang perkara terpenting dari agama ini, sampai-sampai sebagian ulama berkata : "Aku merenungkan hadits ini maka menakjubkan aku, hampir-hampir aku tidak sadar, maka sungguh sangat disesalkan akan kebodohan tentang hadits ini dan sedikitnya pemahaman tentang maknanya"
Kaum muslimin sekalian, "menjaga Allah" adalah dengan menjaga aturan-aturan Allah, dan beriltizam melaksanakan hak-hakNya, serta berhenti pada perintahNya dengan menjalankannya, serta menjauhi laranganNya. Allah jalla wa alaa berfirman :
هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ (٣٢)مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ (٣٣) 
Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada Setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya).  (yaitu) orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat (QS : Qoof : 32-33)
Suatu penjagaan yang mencegah anggota tubuh dari ketergelinciran, dan menjaga indera dari kesalahan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Barangsiapa yang menjamin bagiku apa yang ada diantara dua tulang dagunya dan apa yang ada diantara dua kakinya maka aku menjamin baginya surga" (HR Al-Bukhari)
Penjagaan yang mengendalikan syahwat sehingga tidak membawa masyarakat dan individu kepada kesesatan atau menjadikan mereka condong menjauh dari pondasi-pondasi nilai dan akhlak yang mulia. Allah jalla wa 'ala berfirman :
وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Dan laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS Al-Ahzaab : 35)
Penjagaan yang mencakup sikap pemerintah dan yang diperintah dalam menegakkan apa yang Allah wajibkan terhadap mereka berupa memperhatikan hak-hak, menunaikan amanah, serta menunaikan janji. Suatu penjagaan yang mencakup penerapan orang-orang terhadap Islam dengan penerapan yang universal dalam segala bidang kehidupan tanpa disertai takwil atau hawa nafsu.
Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan (QS Al-Baqoroh : 208)

Maka barangsiapa yang merealisasikan "menjaga Allah" –dengan makna yang lalu- maka akan terwujudkan baginya penjagaan Allah kepadanya dan perhatianNya. Penjagaan dari Allah yang mencakup agama dan dunianya pada seluruh perkataannya dalam kehidupannya maupun setelah wafatnya. Penjagaan Allah yagn akan mewujudkan baginya berbagai macam kemaslahatannya dan menolak berbagai macam kemudhorotan darinya.
Dan makna ini telah ditekankan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada wasiat ini maka beliau berkata "Jagalah Allah maka niscaya engkau akan mendapatiNya di hadapanmu".
Maka barangsiapa yang menjaga aturan-aturan Allah dan memperhatikan hak-hakNya maka Allah akan meliputinya dengan penjagaanNya, Allah akan mengnugrahkan kepadanya taufiqNya dan petunjukNya, dan Allah akan menolongnya dan memperkuatnya, berlaku bagi individu maupun kelompok.
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ (١٢٨)
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS An-Nahl : 128)
Qotadah radhiallahu 'anhu berkata :"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan bersamanya, dan barangsiapa yang Allah bersamanya maka ia telah bersama kelompok yang tidak akan terkalahkan, dan penjaga yang tidak akan tidur, serta pemberi petunjuk yang tidak akan tersesat"
Sebagian salaf mengirim surat kepada saudaranya : "Amma ba'du, jika Allah bersamamu maka engkau takut kepada siapa?, dan jika Allah melawanmu maka siapa yang bisa kau harapkan?"
Maka demikianlah hendaknya kondisi masyarakat, jika Allah bersama kita, maka siapakah yang kita takut?, dan jika Allah melawan kita maka siapakah yang bisa kita harapkan?. Dengan demikian wajib bagi kita untuk mentadaburi firman Allah
فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ
Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah (QS Adz-Dzariyat : 50)
Maka segeralah lari menuju Allah dengan menjalankan ketataan kepadaNya dan melazimi sunnah nabiNya SAW.
Kaum muslimin sekalian, sesungguhnya umat pada jajaran individu dan masyarakat dengan beragam kedudukan dan pertanggungjawabannya, jika menjaga syari'at Allah dan tunduk kepada perintahNya dalam segala urusan, bersih dari hawa nafsu dan syahwat hati, dan kondisi politiknya dan perekonomiannya serta sosial kemasyarakatannya dan yang lainnya dibangun diatas manhaj Allah dan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, jika umat menjadikan Islam yang murni sebagai pedoman yang sempurna dalam seluruh kehidupannya, dalam segala perkembangannya dan tingkatan-tingkatannya, pada seluruh hubungan dan interaksinya dalam segala pergerakannya maupun diamnya, maka tatkala itu terealisasikan bagi umat penjagaan Allah dari segala keburukan dan kesulitan, dari segala krisis dan penderitaan yang dihadapinya. Dan akan terwujudkan tatkala itu keamanan, ketenteraman, kejayaan dan kemenangan. Bukankah Allah berfirman –dan janji Allah adalah pasti- :
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ (٨٢)
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al-An'aam : 82)
Sesungguhnya umat ini jika memimpin dirinya dengan syari'at Allah dan sunnah RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam, dan hal ini mengatur arahan dan tujuannya serta memimpin pergerakannya, maka akan terwujudkan bagi umat kemanan dengan seluruh pendukungnya dengan berbagai bentuknya, keamanan dalam politik, perekonomian, dan sosial kemasyarakatan.
Akan tetapi manakah orang-orang yang merenungkan?, manakah mereka yang memikirkan?, manakah mereka yang membaca sejarah umat Muhammad pada masa-masa yang silam?
Kaum muslimin sekalian, sesungguhnya umat ini, jika ditimpa dengan ujian dan berat dalam menghadapi cobaan, dan umat menjadi takut maka hilanglah keamanan, umat menjadi rendah maka hilanglah kejayaan, umat menjadi terbelakang maka hilanglah penguasaan dan ketenangan –sebagaimana kondisi umat saat ini-, maka umat tidak akan mendapatkan jalan keluar hingga umat menjalankan syarat Allah jalla wa 'ala yaitu menjalankan ketaatan kepada Allah dan RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam serta keridhoan yang sempurna dengan syari'at Islam dan mewujudkan manhaj yang diridhoi, maka tatkala itu akan hilanglah dari umat ini kerusakan dan keterpurukan, dan akan sirna ketakutan dan kegelisahan serta kegoncangan. Dan tidak ada kekuatan apapun yang akan bisa menghadangi kekuatan umat ini. Lihatlah kembali kepada sejarah para khulafaur rasyidin dan juga sejarah kaum muslimin di masa semisal Umar bin Abdil Aziz radhiallahu 'anhum
Allah jalla wa 'alaa berfirman kepada umat ini seluruhnya dari awalnya hingga akhirnya :
فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلا يَضِلُّ وَلا يَشْقَى (١٢٣)وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (١٢٤)
Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta". (QS Toha : 123-124)
Umat Islam di manapun berada, sesungguhnya janji Allah terus tegak meski zaman silih berganti dan perubahan-perubahan kondisi jika syarat yang disebutkan terpenuhi. Akan tetapi wajib bagi seluruh kaum muslimin, bagi individu sebelum masyarakat, bagi rakyat sebelum penguasa agar kembali instropeksi diri, untuk memeriksa kondisi mereka, untuk memandang kehidupan mereka, apakah mereka dalam kondisi yang sesuai dengan yang diharapkan dan diridhoi dari metode Allah dan manhaj RasulNya SAW?. Maka tatkala itu akan nampak hasilnya pada orang yang berakal dalam jawaban yang benar.
Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan pada peristiwa tahun 463 Hijriyah, beliau berkata : "Datanglah raja Romawi dalam pasukan yang tidak terhingga jumlahnya seperti gunung-gunung, jumlah yang sangat banyak dan perkumpulan yang sangat besar, dan diantara tekadnya adalah hendak mencabut Islam dan pemeluknya dari akarnya. Maka merekapun bertemu dengan pasukan kaum muslimin yang jumlahnya sekitar 20 ribu, dan pasukan muslimin takut karena begitu banyaknya pasukan musyrikin. Maka sang Faqih Abu Nashr Muhammad bin Abdil Malik Al-Bukhari mengarahkan agar waktu pertempuran dilaksanakan pada hari jum'at setelah waktu zawal (dzuhur) tatkala para khothib berdoa bagi para mujahidin. Maka tatkala bertemu dua pasukan tersebu, turunlah pemimpin kaum muslimin dari kudanya, lalu sujud kepada Allah azza wajalla dan berdoa kepada Allah dan memohon kemenangan dariNya, maka Allahpun menurunkan pertolonganNya kepada kaum muslimin, dan Allah menganugerahkan kepada mereka pundak-pundak kaum musyrikin. Maka tatkala itu adalah kemenangan yang kuat dan besar"
Namun jika umat dalam pertikaian, terkotak-kotak dan tercerai berai maka cukuplah menunjukan bahwa mereka jauh dari manhaj Allah, jauh dari penerapan al-Qur'an, jauh dari mengikuti jalan pemimpin para nabi dan rasul, lalu dari manakah pertolongan?, maka keberuntungan?, mana kemenangan?, mana keamanan?
إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (٧)
Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS Muhammad : 7)
Semoga Allah memberkahi kita dalam al-Qur'an dan sunnah, aku menyampaikan perkataanku ini, dan aku memohon ampunan kepada Allah bagiku dan bagi kalian dari seluruh dosa, maka mohonlah ampunan dariNya sesungguhnya Ia adalah maha pengampun lagi maha penyayang.

Khutbah Jumát Mesjid Nabawi: Hal - hal yang Menjadi Penggugur Dosa




Khutbah Pertama:

          Segala puji bagi Allah pemilik langit dan bumi, Yang menerima taubat  dari para hamabaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan. Barang siapa yang mendekat kepadaNya maka Dia pun akan mendekat kepadanya, dan akan melimpahkan kepadanya banyak kebaikan, dan melindunginya dari perkara-perkara yang membinasakannya.  Aku memuji Robku dan bersyukur kepadaNya, aku bertaubat kepadaNya dan memohon ampunan kepadaNya.

Aku bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak untuk disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi kita dan pemimpin kita Muhammad adalah hamba Allah dan utusanNya, yang telah diperkuat dengan mukjizat-mukjizat.

Ya Allah berilah shalawat dan salam serta keberkahan kepada hambaMu dan UtusanMu Muhammad dan juga kepada keluarganya dan para sahabatnya yang telah mendahului dalam melakukan kebaikan dan kebajikan dan yang telah mendahului dalam dalam mencegah dari perkara-perkara yang haram. Kemudian daripada itu :

          Maka hendaklah kalian bertakwa kepada Allah dan ta'atlah kepadaNya, sungguh ketakwaan adalah sebaik-baik amalan kalian dan sebaik-baik bekal kalian yang dengannya Allah menurunkan keridhoanNya kepada kalian, melindungi kalian dari adzabnya.


Wahai para hamba Allah, arahkanlah wajah-wajah kalian kepada penghapus dan penggugur dosa-dosa dan penutup aib kalian, barang siapa yang bertaqorrub kepada Allah maka Allah mendekat kepadanya, dan barang siapa yang berpaling dari Allah maka Allah akan berpaling darinya, dan dia tidak akan memberikan kemudorotan kecuali hanya kepada dirinya sendiri, ia sama sekali tidak akan memberikan kemudorotan kepada Allah. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

كل بن آدم خطاء وخير الخطائين التوابون

"Setiap anak Adam senantiasa melakukan dosa, dan sebaik-baik para pendosa adalah mereka yang senantiasa bertaubat" (HR At-Tirmidzi dari hadits Anas radhiallahu 'anhu).

Dan dari Abu Huroiroh radhiallahu 'anhu bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

والذي نفسي بيده، لو لم تذنبوا لذهب الله بكم ولجاء بقوم يذنبون فيستغفرون الله فيغفر لهم

"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, kalau seandainya kalian tidak berdosa maka Allah akan membinasakan kalian dan sungguh Allah akan mendatangkan suatu kaum yang berdosa lalu mereka beristighfar kepada Allah lalu Allah mengampuni mereka" (HR Muslim)

Allah telah menciptakan anak Adam dengan sifat ini, ia taat dan terkadang ia bermaksiat, ia beristiqomah akan tetapi terkadang tergelincir, ia ingat dan terkadang lupa, ia berbuat adil dan terkadang ia berbuat dzolim, dan tidak ada yang maksum kecuali Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada seluruh anak yang lahir dengan menjadikannya di atas fitroh –yaitu Islam-, maka barang siapa yang tetap di atasnya dan menerima apa yang dibawa oleh para rasul dan nabi 'alaihimus salam maka ia telah mendapatkan hidayah/petunjuk, dan Allah menerima kebaikan-kebaikannya dan memaafkan kesalahan-kesalahannya. Dan barang siapa yang fitrohnya dirubah oleh syaitan manusia dan syaitan jin serta dirubah oleh hawa nafsunya, syahwatnya, bid'ah dan kesyirikan, maka ia telah tersesat dan merugi, dan Allah tidak menerima kebaikan-kebaikannya dan tidak akan menghapus keharaman-keharaman yang dilakukannya.

Dari 'Iyadh bin 'Ammar radhiallahu 'anhu ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah dan berkata ;

إن ربي أمرني أن أعلمكم ما جهلتم مما علمني يومى هذا كل مال نحلته عبدا حلال وإني خلقت عبادي حنفاء كلهم وإنهم أتتهم الشياطين فاجتالتهم عن دينهم وحرمت عليهم ما أحللت لهم وأمرتهم أن يشركوا بي ما لم أنزل به سلطانا

"Sesungguhnya Robku Azza wa Jalla telah memerintahku untuk mengajarkan kepada kalian hal-hal yang tidak kalian ketahui dari hal-hal yang telah Allah ajarkan kepadaku pada hari ini, (yaitu) seluruh harta yang yang Aku berikan kepada seorang hamba adalah halal, dan sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hambaku seluruhnya dalam kondisi hanif (menuju kepada tauhid dan condong menjauh dari kesyirikan), dan sesungguhnya mereka didatangi oleh para syaitan lalu para syaitan menyesatkan mereka dari agama mereka, dan para syaitan mengharamkan apa yang aku halalkan bagi mereka, dan memerintahkan mereka untuk berbuat kesyirikan kepadaKu apa yang tidak aku turunkan dalilnya" (HR Muslim)

Maka barang siapa yang merubah fitrohnya yang telah diciptakan oleh Allah dengan kekufuran maka Allah tidak akan menerima kebaikannya dan tidak akan mengampuni kesalahannya jika ia meninggal dalam kondisi kafir. Allah berfirman

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (١٦١)خَالِدِينَ فِيهَا لا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلا هُمْ يُنْظَرُونَ (١٦٢)

Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam Keadaan kafir, mereka itu mendapat la'nat Allah, Para Malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam la'nat itu; tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh. (QS Al-Baqoroh : 161-152)

Allah juga berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الأرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ (٩١)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, Maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun Dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. bagi mereka Itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (QS Ali Imron : 91)

Akan tetapi barang siapa yang menjaga fitrohnya yang Allah telah menciptakan manusia di atas fitroh tersebut, lalu mengikuti para nabi 'alaihimus salam, dan nabi yang terakhir adalah pemimpin seluruh manusia Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, maka dialah yang Allah terima kebaikannya dan menggugurkan keburukan-keburukannya lalu memasukannya ke surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selamanya, dan itulah kemenangan yang besar.

Seorang muslim itulah yang Allah akan meliputinya dengan rahmatNya maka Allah menerima ketaatannya dan dengan taubatnya maka Allah menghapuskan dosa-dosa dan kesalahannya, lalu di akhirat Allah masukan ke dalam surgaNya.

Dan penggugur dosa banyak, dan pintu-pintu kebaikan terbuka, jalan-jalan kebaikan dimudahkan, maka beruntunglah orang yang menempuhnya dan beramal sholeh.

Penggugur dosa yang pertama adalah bertauhid kepada Allah, maka ikhlas dalam ibadah dan menjauhkan diri dari seluruh bentuk kesyirikan maka itu adalah pengumpul seluruh kebaikan di dunia dan di akhirat, serta pelindung dari seluruh keburukan. Dari Ubadah bin As-Shomit radhiallahu 'anhu ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

من شهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله وأن عيسى عبد الله ورسوله وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه والجنة حق والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل

"Barang siapa yang bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada syarikat bagiNya,  dan bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan rasulNya, dan Isa adalah hamba Allah dan RasulNya, dan kalimatNya yang Allah lemparkan ke rahim Maryam dan Isa adalah ruh dari ruh-ruh (ciptaan) Allah, dan bahwasanya surga adalah benar adanya dan neraka adalah benar adanya maka Allah akan memasukannya ke dalam surga bagaimanapun amalnya" (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dan dari Abu Dzar radhiallahu 'anhu ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

قال لي جبريا بشر أمتك أنه من مات لا يشرك بالله شيئا دخل الجنة

"Berilah kabar gembira bagi umatmu bahwasanya barang siapa yang meninggal dalam kondisi tidak berbuat syirik sama sekali kepada Allah maka ia masuk surga" (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dan dari Ummu Hani' radhiallahu 'anhaa ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

وَقَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ لَا يَتْرُكُ ذَنْبًا، وَلَا يُشْبِهُهَا عَمَلٌ

"Dan perkataan Laa ilaah illallahu tidak membiarkan dosa dan tidak ada amalan yang menyerupainya" (HR Al-Haakim)

          Dan diantara penggugur dosa adalah bertaubat kepada Allah, barang siapa yang bertaubat dari dosa apapun maka Allah menerima taubatnya. Dari Abu Huroiroh radhiallahu 'anhu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ia berkata :

من تاب قبل ان تطلع الشمس من مغربها تاب الله عليه

"Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat maka Allah akan menerima taubatnya" (HR Muslim)

Dan Allah gembira dengan taubatnya seorang hamba dan Allah memperbesar pahalanya, Allah berfirman

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ (٢٥)

Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS Asy-Syuroo : 25)

          Dan wudhu yang dilakukan dengan ikhlas dan baik termasuk penggugur dosa. Dari Abu Huroiroh radhiallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

إذا توضأ العبد المسلم أو المؤمن فغسل وجهه خرج من وجهه كل خطيئة نظر إليها بعينيه مع الماء أو مع آخر قطر الماء فإذا غسل يديه خرج من يديه كل خطيئة كان بطشتها يداه مع الماء أو مع آخر قطر الماء فإذا غسل رجليه خرجت كل خطيئة مشتها رجلاه مع الماء أو مع آخر قطر الماء حتى يخرج نقيا من الذنوب

"Jika seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu lalu ia membasuh wajahnya maka keluar dari wajahnya seluruh dosa yang merupakan buah dari pandangan kedua matanya bersama air atau bersama tetesan air yang terakhir. Jika ia membasuh kedua tangannya maka keluar dari kedua tangannya seluruh dosa yang dilakukan oleh pukulan tangannya bersama air atau bersama tetesan air yang terakhir. Jika ia membasuh kedua kakinya maka keluarlah seluruh dosa yang dilangkahkan oleh kedua kakinya bersama dengan air atau bersama tetesan air yang terakhir, hingga iapun keluar dalam kondisi bersih dari dosa-dosa" (HR Muslim).

          Dan sholat merupakan penggugur dosa yang terbesar, dari Utsman radhiallahu ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

لا يتوضأ رجل مسلم فيحسن الوضوء فيصلي صلاة إلا غفر الله له ما بينه وبين الصلاة التي تليها

"Tidaklah seorang lelaki muslim berwudhu lalu ia baguskan wudhunya lalu ia sholat kecuali Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang ada antaranya hingga sholat yang berikutnya" (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Huroiroh radhiallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

الصلوات الخمس والجمعة إلى الجمعة ورمضان إلى رمضان مكفرات ما بينهن إذا اجتنب الكبائر

"Sholat-sholat lima waktu, dan sholat jum'at hingga sholat jum'at, ramadhan hingga Ramadhan berikutnya adalah penggugur dosa yang ada diantaranya selam dijauhi dosa-dosa besar" (HR Muslim)

Dari Utsman bahwasanya ia berwudhu lalu ia berkata :

رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يتوضأ نحو وضوئي هذا وقال من توضأ نحو وضوئي هذا ثم صلى ركعتين لا يحدث فيهما نفسه غفر الله له ما تقدم من ذنبه

"Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berwudu seperti wudhuku ini, lalu ia berkata : "Barang siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini lalu ia sholat dua raka'at yang ia tidak mengajak jiwanya berbicara pada dua raka'at tersebut maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dan dari Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu bahwasanya ada seseorang yang mencium seorang wanita maka iapun mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu iapun menceritakan dosanya tersebut maka turunlah firman Allah

وَأَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ (١١٤)

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. (QS Huud : 114)

Maka lelaki itu berkata, "Wahai Rasulullah apakah ayat ini untukku?", maka Nabi berkata, "Untuk siapa yang mengamalkannya dari umatku" (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dari Anas radhiallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau berkata :

إِنَّ لِلَّهِ مَلَكًا يُنَادِي عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ: يَا بَنِي آدَمَ، قُومُوا إِلَى نِيرَانِكُمْ الَّتِي أَوْقَدْتُمُوهَا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، فَأَطْفِئُوهَا بِالصَّلَاةِ

"Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang menyeru setiap kali sholat : "Wahai anak-anak Adam, bangulah kepada api yang kalian nyalakan untuk membakar diri kalian, lalu padamkanlah api tersebut dengan sholat" (HR At-Thobroni)

Haji dan Umroh juga menggugurkan dosa. Dari Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ، فَإِنَّهُمَا تَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذَّنُوبَ، كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ

Teruslah melakukan haji dan umroh, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana alat pandai besi menghilangkan karatan/kotoran besi, emas, dan perak" (HR An-Nasaai dan At-Tirimidzi dan ia berkata : Hadits Hasan Shahih)

          Dan memohon ampunan dari Allah termasuk penggugur dosa, dari Abu Huroiroh radhiallahu 'anhu

أذنب عبد ذنبا فقال اللهم اغفر لي ذنبي فقال تبارك وتعالى أذنب عبدي ذنبا فعلم أن له ربا يغفر الذنب ويأخذ بالذنب ثم عاد فأذنب فقال أي رب اغفر لي ذنبي فقال تبارك وتعالى عبدي أذنب ذنبا فعلم أن له ربا يغفر الذنب ويأخذ بالذنب ثم عاد فأذنب فقال أي رب اغفر لي ذنبي فقال تبارك وتعالى أذنب عبدي ذنبا فعلم أن له ربا يغفر الذنب ويأخذ بالذنب اعمل ما شئت فقد غفرت لك

"Seorang hamba melakukan dosa lalu ia berkata : "Ya Allah ampunilah dosaku", maka Allah berkata : "Hambaku telah melakukan dosa maka ia tahu bahwasanya ia memiliki Rob yang mengampuni dosa dan menghukum karena dosa", lalu sang hamba kembali lagi melakukan dosa lalu berkata : "Robku ampunilah dosaku", maka Allah berkata ; "Hambaku melakukan dosa dan ia tahu bahwasanya ia memiliki Rob yang mengampuni dosa dan mengadzab karena dosa, lakukanlah apa yang kau inginkan sungguh Aku telah mengampuni dosa-dosamu" (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dan dari Anas radhiallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ia berkata :

مَنْ قَالَ قَبْلَ صَلَاةِ الْغَدَاةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ثَلَاثَ مِرَارٍ: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ، غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ

"Barang siapa yang sebelum sholat subuh pada hari jum'at berkata sebanyak tiga kali : "Astaghfirullah alladzi laa ilaah illaa Huwa wa atuubu ilaihi" maka akan diampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan" (HR At-Thobroni)

Dari Bilal bin Yasaar bin Zaid ia berkata : Ayahku menyampaikan kepadaku dari kakekku bahwasanya ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

مَنْ قَالَ: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ، وَأَتُوبُ إِلَيْهِ، غُفِرَ لَهُ، وَإِنْ كَانَ قَدْ فَرَّ مِنَ الزَّحْفِ

"Barang siapa yang mengucapkan sebanyak tiga kali أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ، وَأَتُوبُ إِلَيْهِ, maka akan diampuni dosa-dosanya meskipun ia telah kabur dari medan pertempuran" (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Dan seorang muslim yang memohonkan ampunan bagi saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya tersebut maka lebih cepat dikabulkan bagi yang mendoakan dan yang didoakan. Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiallahu 'anhu berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

قَالَ إِبْلِيسُ لِرَبِّهِ: بِعِزَّتِكَ وَجَلَالِكَ لَا أَبْرَحُ أُغْوِي بَنِي آدَمَ مَا دَامَتِ الْأَرْوَاحُ فِيهِمْ، فَقَالَ لَهُ رَبُّهُ: بِعِزَّتِي وَجَلَالِي لَا أَبْرَحُ أَغْفِرُ لَهُمْ مَا اسْتَغْفَرُونِي

"Sesungguhnya Iblis berkata kepada Robnya Azza wa Jalla, "Demi kemuliaanMu aku akan terus menggoda anak-anak Adam selama roh mereka masih bersama mereka. Maka Allah berkata : "Demi kemuliaanKu dan keagunganKu, Aku akan senantiasa mengampuni mereka selama mereka selalu memohon ampunan kepadaKu" (HR Ahmad, Abu Ya'la Al-Maushili, dan Al-Haakim, dan Al-Haakim berkata : sanadnya shahih)


          Diantara penggugur dosa adalah bentuk-bentuk dzikir, diantaranya adalah subhaanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah, wallahu akbar, walaa haula walaa quwwata illa billah. Dari Abu Huroiroh radhiallahu 'anhu ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

ومن قال سبحان الله وبحمده في يوم مائة مرة حطت خطاياه ولو كانت مثل زبد البحر

"Barang siapa yang berkata dalam sehari "Subhaanallahu wa bihamdihi" seratus kali maka gugur dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan" (HR Al-Bukhari dan Muslim)

          Dan sedekah termasuk penggugur dosa, dari Mu'adz radhiallahu 'anhu ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

والصدقة تطفئ الخطيئة كما تطفئ الماء النار

"Sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api" (HR At-Tirimidzi)

Termasuk penggugur dosa adalah berbuat kebaikan kepada istri dan anak-anak putri. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda

خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي

"Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya, dan aku adalah yang terbaik bagi istriku" (HR At-Tirmidzi dari hadits Aisyah)

Dan dari Aisyah radhiallahu 'anhaa ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam bersabda :

من ابتلى من البنات بشيء فأحسن إليهن كن له سترا من النار

"Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak wanita, lalu ia berbuat baik kepada mereka maka mereka akan menjadi penghalang api neraka baginya" (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Dan yang semisal anak-anak wanita adalah saudari-saudari wanita, dan berbuat baik kepada makhluk Allah memperbesar pahala dan menolak keburukan-keburukan.

Termasuk penggugur dosa adalah memperbanyak kebaikan setelah melakukan keburukan dan berakhlak mulia. Dari Mu'adz radhiallahu 'anhu ia berkata ; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

اتق الله حيثما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن

"Bertakwalah kepada Allah kapanpun dan dimanapun engkau berada, dan berbuatlah kebaikan setelah keburukan niscaya kebaikan tersebut akan menghapus keburukan tersebut, dan berakhlak yang mulialah kepada manusia" (HR At-Tirmidzi)

Wahai hamba muslim, semangatlah engkau untuk bersegera dalam melakukan kebajikan yang dimudahkan bagimu, dan janganlah engkau meremehkan kebaikan apapun, karena sesungguhnya engkau tidak tahu bisa jadi kebaikan yang sedikit ini dialah yang memasukan engkau ke surga. Al-Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan dari hadits Abu Huroiroh radhiallahu 'anhu ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda

بينما رجل يمشي بطريق وجد غصن شوك على الطريق فأخره فشكر الله له فغفر له

"Tatkala ada seorang lelaki berjalan di suatu jalan ia mendapati ada tangkai pohon berduri di tengah jalan, maka iapun meminggirkannya maka Allahpun membalas jasanya, maka Allahpun mengampuninya"

Dan juga dari Abu Huroiroh ia berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

بينما رجل يمشي بطريق اشتد عليه العطش فوجد بئرا فنزل فيها فشرب ثم خرج فإذا كلب يلهث يأكل الثرى من العطش فقال الرجل لقد بلغ هذا الكلب من العطش مثل الذي كان بلغ بي فنزل البئر فملأ خفه ثم أمسكه بفيه فسقى الكلب فشكر الله له فغفر له

"Tatkala seorang lelaki berjalan di suatu jalan iapun sangat kehausan, lalu ia mendapati sebuah sumur, maka iapun turun ke sumur tersebut lalu minum dan keluar dari sumur tersebut. Tiba-tiba ada seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dan menjilat-jilat tanah karena kehausan. Maka sang lelaki berkata : "Sungguh anjing ini telah kehausan sebagaimana tadi aku kehausan". Maka iapun turun kembali ke sumur lalu ia penuhi sepatunya dengan air, lalu ia memegang sepatu tersebut dengan mulutnya lalu ia memberi minum kepada anjing tersebut, maka Allahpun membalasnya, lalu mengampuni dosanya"

Maka para sahabat bertanya : "Wahai Rasulullah, apakah kita mendapatkan pahala pada hewan-hewan tersebut?". Maka Nabi berkata : في كل كبد رطبة أجر  "Pada setiap yang memiliki hati yang basah (masih hidup) ada pahala" (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Diantara penggugur dosa adalah musibah-musibah yang menimpa seorang muslim jika ia bersabar menghadapinya dan mengharapkan pahala dan tidak marah. Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiallahu 'anhu ia berkata : "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ;

ما يصيب المسلم من نصب ولا وصب ولا هم ولا حزن ولا أذى ولا غم حتى الشوكة يشاكها إلا كفر الله بها من خطاياه

"Tidaklah ada suatu musibahpun yang menimpa seorang muslim, baik keletihan atau sakit atau kesedihan atau kegelisahan atau gangguan atau gundah gulana bahkan duri yang menusuknya kecuali Allah akan menjadikan hal itu sebab untuk menghapus dosa-dosanya" (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ يَوْمَ لا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٨)

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Qs At-Tahrim : 8)

Semoga Allah memberkahi aku dan kalian dalam Al-Qur'an Al-'Adzim.



Khutbah Kedua:

          Segala puji bagi Allah pemilik keagungan dan kebaikan, penguasa kerajaan yang tidak bisa dicapai siapapun, aku memuji Robku dan aku bersyukur kepadaNya serta aku bertaubat kepadanya dan aku beristighfar (memohon ampunan) kepadaNya. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah semata tidak ada syarikat baginya, Dialah Raja, Yang Maha Suci dan Maha Sejahtera, dan aku bersaksi bahwasanya Nabi kita dan pemimpin kita Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya, yang telah mengajak kepada Darus salaam (surga). Ya Allah berilah shalawat dan salam dan berkahilah hambaMu dan RasulMu Muhammad dan kepada keluarganya dan para sahabatnya yang mulia. Amma bad'u

          Maka hendaknya kalian bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan berpeganglah dengan tali Islam yang kuat. Wahai hamba-hamba Allah sebagaimana penggugur dosa itu banyak, maka dosa-dosa juga merupakan perkara yang besar tidak boleh diremehkan, baik itu dosa kecil maupun dosa besar, sesungguhnya setiap dosa ada pencatatnya dan ada penuntutnya dari Allah. Seorang muslim harus selalu berada diantara khouf (rasa takut) dan rojaa' (pengharapan), karena merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga) merupakan tanda kehinaan dan kerugian. Allah berfirman :

فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ (٩٩)

Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS Al-A'roof : 99)

Demikian pula berputus asa dari meraih rahmat Allah adalah kesesatan yang nyata. Allah berfirman ;

اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ وَأَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (٩٨)

Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya dan bahwa Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-Maidah : 98)

Bisa jadi kemaksiatan yang kecil di matamu merupakan sebab terjerumusnya engkau dalam kesengsaraan yang abadi, dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhumaa dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

دخلت امرأة النار في هرة ربطتها فلم تطعمها ولم تدعها تأكل من خشاش الأرض

"Seorang wanita masuk neraka karena seekor kucing yang diikatnya, tidak ia beri makan dan tidak pula ia lepas untuk mencari makan sendiri berupa serangga/binatang" (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dan dari Abdullah bin 'Amr radhiallahu 'anhumaa ia berkata :

كان على ثقل النبي صلى الله عليه وسلم رجل يقال له كركرة فمات فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم هو في النار فذهبوا ينظرون إليه فوجدوا عباءة قد غلها

Ada seorang yang bekerja membawa barang-barang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seorang yang dikenal dengan Karkiroh, lalu orang itupun meninggal, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata : "Ia di neraka". Maka merekapun pergi dan melihat orang ini, maka mereka mendapati sebuah pakaian yang diambilnya dengan diam-diam (HR Al-Bukhari)

Dan pada peperangan Khoibar ada beberapa orang dari sahabat melewati seseorang, lalu mereka berkata tentang orang tersebut ; "Si fulan mati syahid". Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata :

كلا إني رأيته في النار في بردة غلها أو عباءة

"Tidak benar, aku telah melihatnya di neraka karena mengambil kain atau pakaian dengan curang" (HR Muslim dari hadits Umar radhiallahu 'anhu)

Dan dalam sebuah hadits Nabi bersabda :

إن العبد ليتكلم بالكلمة من رضوان الله لا يلقي لها بالا يرفعه الله بها درجات وإن العبد ليتكلم بالكلمة من سخط الله لا يلقي لها بالا يهوي بها في جهنم

"Sesungguhnya seseorang berbicara dengan sebuah perkataan yang diridhoi oleh Allah ia tidak menyangka perkataan tersebut mencapai apa yang dicapainya, maka Allah mengangkatnya beberapa derajat dengan sebab perkataan tersebut. Dan sesungguhnya seseorang berbicara dengan sebuah perkataan yang mendatangkan kemurkaan Allah yang ia tidak memperdulikan perkataan tersebut, ternyata ia terjatuh di neraka dengan sebab perkataan tersebut ". (HR Al-Bukhari)

Dan yang paling berbahaya bagi seseorang adalah perbuatan dzolim dan permusuhan kepada orang lain, atau menghalangi hak-hak mereka. Keburukan yang paling buruk yang ada pada manusia adalah "pelit" untuk memberikan kebaikan dan menyakiti orang lain dengan keburukan-keburukan.