Showing posts with label Alquran. Show all posts
Showing posts with label Alquran. Show all posts

Alhamdulillah, Mudah Tadabbur Alquran 1 hari 1 Juz



Berikut ini link Tadabbur Al-quran, dengan pembahasan 1 hari 1 juz dengan Ust. Nouman Ali Khan

Bagi yang tidak memiliki waktu untuk membaca Alquran sekaligus maknanya. Berikut ini video Tadabbur Alquran yang disusun 1 hari 1 Juz. Sehingga cukup nonton dan dengar dimana saja dan kapan saja, di akhir Ramadhan kita bisa mengetahui makna kandungan Alquran secara menyeluruh. Hanya membutuhkan waktu 5-10mins!

Juz 1: https://www.youtube.com/watch?v=pt9fUcL8njY

Juz 2: https://www.youtube.com/watch?v=gWZDVYom3RE

Juz 3: https://www.youtube.com/watch?v=wFsYnwI6zEA

Juz 4: https://www.youtube.com/watch?v=h2kwFI7bKi0

Juz 5: https://www.youtube.com/watch?v=9C6QyjX53cg

Juz 6: https://www.youtube.com/watch?v=KVh-W6CjIOc

Juz 7: https://www.youtube.com/watch?v=tXsMMj7m9tQ

Juz 8: https://www.youtube.com/watch?v=6NFo35g7zo8

Juz 9: https://www.youtube.com/watch?v=2i80milYJAc

Juz 10: https://www.youtube.com/watch?v=RlKDxmw466Y

Juz 11: https://www.youtube.com/watch?v=Btsvfuu2eE4

Juz 12: https://www.youtube.com/watch?v=K1uQ1l4LQFE

Juz 13: https://www.youtube.com/watch?v=eThSNtJe7SY

Juz 14: https://www.youtube.com/watch?v=Vvn2WCO_zPg

Juz 15: https://www.youtube.com/watch?v=3xOK85qRQ_o

Juz 16: https://www.youtube.com/watch?v=WAwI1MvBViE

Juz 17: https://www.youtube.com/watch?v=x9nMCACgvqk

Juz 18: https://www.youtube.com/watch?v=y5YpDilwN04

Juz 19: https://www.youtube.com/watch?v=T_DMb8o32c8

Juz 20: https://www.youtube.com/watch?v=DzSDr5xiGIE

Juz 21: https://www.youtube.com/watch?v=0qAhT7MV0Fg

Juz 22: https://www.youtube.com/watch?v=bFUACCm25ok

Juz 23: https://www.youtube.com/watch?v=PKFc1o8Yvzk

Juz 24:https://www.youtube.com/watch?v=R6XHHcbcitI

Juz 25: https://www.youtube.com/watch?v=iLvV_1JT2Ik

Juz 26: https://www.youtube.com/watch?v=v_zrDh9Ny8g

Juz 27: https://www.youtube.com/watch?v=kvUU1g4i2bk

Juz 28: https://www.youtube.com/watch?v=xJRf_4tojx4

Juz 29:
https://www.youtube.com/watch?v=Ugx4MZK3EGQ

Juz 30:
https://www.youtube.com/watch?v=9JL09VjJQWE

Mudah - mudahan bermanfaat dan menambah nilai shaum kita. Karena Ramadhan bulan Alquran
Sebarkan

Empat Kalimat Dalam Alquran



َالإَلهُ ، الرَّبُّ ، َاْلعِبَادَُة ، َاْلدِّينُ

al-Ilah, ar-Rabb, al- ‘Ibadah, ad-Din

Keempat kata tersebut, adalah empat istilah pokok dalam al-Quran dan merupakan titik-tolak dan tujuan sekaligus. Maka titik-tolak atau dasar dan tujuan al-Quran yang utama itu ialah:
(1) Bahawasanya Allah s.w.t., adalah Ilah satu-satunya, yakni Tuhan yang Maha Esa.
(2) Bahawasanya Allah s.w.t., adalah satu-satunya Rabbul alamin, yakni, Pemilik dan Penguasa utama seluruh semesta dan segenap penghuninya. Dia tidak beranak dan tidak diberanakkan.
(3) Bahawasanya, tiada yang menjadi sekutu Allah, baik dalam Uluhiyah, mahupun Rububiyah (Dalam Ketuhanan mahupun KekuasaanNya) itu.
(4) Bahawasanya, tidak ada Ilah (Tuhan) mahupun Rabb (Penguasa) selain Dia (Allah s.w.t.).

Dengan demikian, maka sayugianyalah orang menerima Allah itu sebagai satu-satunya Tuhan dan Penguasanya sekaligus. Yakni menolak dan menentang ketuhanan mahupun kekuasaan pihak lain. Hendaknya ia selalu berpihak Allah sebagai Tuhan. Dan tunduk serta patuh padaNya sebagai Rabb, Pemilik dan Penguasa utamanya. Hendaknya ia menjunjung tiang agama Allah, yaitu norma-normacalamiah dan insaniah yang merupakan ketentuan-ketentuan Allah yang sejak dahulu berlaku di alam ini, baik di bumi manapun di udara atau langit. Di dalam Kitab Suci al-Quran Allah berfirman:

وَمَا َأرْسَْلنَا مِن َقبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إَِليْهِ َأنَّهُ َلا إَِلهَ إِلَّا َأنَا َفاعْبُدُونِ
(25)
1. Dan tiada Kami (Allah) utus sebelummu seorang pun Rasul melainkan Kami
wahyukan kepadanya bahwa tiada Tuhan selain Daku. Kerana itu sembahlah
(taatilah) Aku. Q.2l :25.

اتَّخَ ُ ذوْا َأحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ َأرْبَابًا مِّن دُونِ الّلهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا ُأمِرُوْا إِلاَّ

( لِيَعْبُدُوْا إَِلهًا وَاحِدًا لاَّ إَِلهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِ ُ كو َ ن
(31)
2. Dan tiada mereka diperintahkan, kecuali menyembah (mentaati) Tuhan yang
Esa yang tiada Tuhan selain Dia. Maha Suci (Allah) dari apa yang mereka
sekutukan dengan Dia. Q.9:31.

( إِنَّ هَذِهِ ُأمَّتُ ُ كمْ أُمًَّة وَاحِدًَة وََأنَا رَبُّ ُ كمْ َفاعْبُدُونِ ( 92
3. Sungguh agama kamu ini satu agama saja. Dan Aku adalah Penguasamu,
kerananya sembahlah (taatilah) Daku. Q.21 :92.

ُق ْ ل َأ َ غيْرَ الّلهِ َأبْغِي رَبا وَهُوَ رَبُّ ُ كلِّ شَيْءٍ وَ َ لا تَكْسِبُ ُ كلُّ نَفْسٍ إِلاَّ عََليْهَا وَ َ لا تَزِرُ
( وَازِرٌَة وِزْرَ ُأخْرَى ُثمَّ إَِلى رَبِّ ُ كم مَّرْجِعُ ُ كمْ َفيُنَبُِّئ ُ كم بِمَا ُ كنتُمْ فِيهِ تَخْتَلُِفو َ ن ( 164
4. Katakanlah (hai Muhammad): Akankah kucari yang selain Allah sebagai Rabb
(Penguasa) sedangkan Dia adalah Rabb (Penguasa) segala sesuatu? Q.6:164.

ُق ْ ل إِنَّمَا َأنَا بَشَرٌ مِّثُْل ُ كمْ يُوحَى إَِليَّ َأنَّمَا إَِلهُكُمْ إَِلهٌ وَاحِدٌ َفمَن كَا َ ن يَرْجُو لَِقاء رَبِّهِ
( َفْليَعْمَ ْ ل عَمًَلا صَالِحًا وََلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ َأحَدًا ( 110
5. Maka barangsiapa mengharapkan pertemuan dengan Rabbnya (Penguasanya)
hendaklah mengerjakan amal kebaikan dan jangan persekutukan Dia dengan
siapapun dalam beribadat (ketaatannya). Q.18:110.

وََلَقدْ بَعَْثنَا فِي ُ كلِّ أُمَّةٍ رَّسُو ً لا َأنِ اعْبُدُوْا الّلهَ وَاجْتَنِبُوْا الطَّا ُ غوتَ َفمِنْهُم مَّنْ هَدَى اللّهُ
وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عََليْهِ الضَّلاَلةُ َفسِيرُوْا فِي الأَرْضِ َفان ُ ظرُوْا َ كيْفَ كَا َ ن عَاقِبَةُ
( الْمُ َ كذِّبِينَ ( 36
6. Dan sesungguhnya Kami (Allah) telah utus pada tiap-tiap umat manusia
seorang Rasul (dengan perintahan): Hendaklah kamu (wahai umat/bangsaku)
sembah (Taatilah) Allah dan jangan taat kepada taghut (penyeleweng/tirani).
Q.16 :36.

َأَفغَيْرَ دِينِ الّلهِ يَبْغُو َ ن وََلهُ َأسَْلمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ َ طوْعًا وَ َ كرْهًا وَإَِليْهِ
يُرْجَعُو َ ن
7. Apakah mereka menghendaki sesuatu yang lain dari agama Allah
(ketentuan/hukum alam), sedangkan semua yang ada di langit dan di bumi,
tunduk dan menyerah serta mahu tidak mahu kembali kepadanya (agama
Allah/aturan atau ketentuan alam ini). Q.3:83.

ُق ْ ل إِنِّي أُمِرْتُ َأ ْ ن َأعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّينَ
8. Katakanlah (hai Muhammad), bahwasanya aku diperintahkan menyembah
(taat) kepada Allah sesuai ketentuanNya. Q.39:1 1.

نَِّ الّلهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ َفاعْبُدُوهُ هَ َ ذا صِرَا ٌ ط مُّسْتَقِيمٌ
9. Bahwasanya Allah adalah Rabb (Penguasa) kita semua, maka taatlah kamu
padaNya. Inilah cara sebenarnya. Q.3:51.

Ayat-ayat tersebut di atas serta maksudnya masing-masing, sebagai contoh yang ala-kadar. Apabila anda dengan saksama membaca al-Quran itu akan terbayanglah oleh anda, bahwa seluruh isi al-Quran itu merupakan bimbingan dan petunjuk pada keempat istilah itu melulu. Iaitu:
(1) Bahwa Allah, adalah Rabbul-alamin (Pemilik dan Penguasa atas segala
sesuatu) dan Ilah (Tuhan/Pelindung).
(2) Bahwasanya, tiada Tuhan, atau Ilah dan Rabbul-alamin, selain Allah s.w.t.
(3) Bahwasanya, segala kegiatan dan ketaatan sayugianya diperuntukkan Allah
(yakni disesuaikan dengan ketentuanNya).
(4) Dan hanyalah Allah semata yang membuat Din (agama/ tatacara hidup).

Jelaslah sudah, bahwa barangsiapa ingin memperdalam pengetahuan dan pahamnya tentang isi al-Quran itu, hendaknya lebih dahulu faham benar erti dan maksud keempat istilah tersebut. Dan barangsiapa belum faham akan difinisi alllah, ar-Rabb, al-lbadah dan ad-din itu, maka dia akan menganggap al-Quran itu sebagai buku cerita dari manusia zaman dahulu. Kerananya, sulit baginya untuk melaksanakan Dinul-Lah (agama Allah) itu. Mustahil baginya menjunjung tinggi Kalimatullah. Ini semua, disebabkan kekaburan fahamnya, kerapuhan aqidah dan imannya, kendatipun dia percaya terhadap Allah dan Rasul-rasulNya, percaya terhadap para Malaikat dan kitab-kitab suciNya, percaya terhadap hari kiamat dan terhadap Qadha dan QadarNya. Selain itu, dia pun tidak meninggalkan solat lima waktu setiap hari dan rukun-rukun Islam yang lain, serta tidak lupa
bahkan selalu berzikir, bertasbih, bertahmid dan bertakbir. Akan tetapi, kerana kabur pandangannya tentang tauhid, maka tanpa sadar dia memperbanyak tuhan, memperbanyak ilah dan rabb dalam kelakuannya sehari-hari. Ia terumbang-ambing oleh situasi dan terkendalikan oleh hawa nafsu dan emosi, serakah, dengki dan lain-lain sikap yang tak terpuji. Tanpa sadar, bahwa dia telah melanggar batas-batas tauhid dan terjerumus ke dalam jurang kemusyrikan. Dan alangkah marah meradangnya, sekiranya anda tegur, bahwa
dia telah keluar dari Islam, yakni murtad. Keluar dari Dinullah, atau dari Kalimatullah karena telah mempersekutukan Allah, memperbanyak tuhan sebagai sekutu-sekutu Allah dalam Uluhiyah dan RububiyahNya itu. Semua itu disebabkan kekaburannya memahami erti atau maksud dari kata Ilah dan Rabb itu sebagaimana mestinya.
Orang-orang Arab sebelum Islam dan sewaktu Islam mulai datang, semuanya mengerti kedua istilah itu, iaitu al-Ilah dan ar-Rabb. Kedua patah kata atau kedua istilah tersebut, mereka pergunakan dalam percakapan sehari-hari dan pandai juga mempergunakannya. Kiranya untuk siapa diberikan. Apabila di katakan kepada mereka, bahwa bukan Ilah dan bukan Rabb, bukan tuhan dan bukan penguasa selain Allah, serta tiada barang satu pun atau seorang orang pun bersekutu dengan Dia, baik dalam Uluhiyah (Ketuhanan) mahupun dalam Rububiyah (kekuasaan atau wewenang)Nya, maka fahamlah mereka bahwa kedua istilah tersebut adalah sebagai dua gelar atau kedudukan yang dikhususkan untuk Allah s.w.t. Tidak boleh digelarkan ke pada siapapun.
Dengan demikian, bukanlah Tuhan dan bukan jugalah Penguasa dan pemilik utama yang harus ditaati ketentuan-ketentuan dan perintahnya, selain Allah Rabul-alamin itu. Maka yang beriman dan yang kufur atau menentang pernyataan ini, berdasarkan kefahaman dan pengertian sebagimana mestinya.
Begitupun terhadap kedua patah kata, iaitu il-Ibadah dan ad-Din yang tidak asing bagi orang Arab zaman dahulu itu.
Mereka tahu apa arti ‘abdun itu dan apa yang harus dilakukan olehnya. Apa arti ‘ibadah dan apa latar-belakangnya serta gerangan apa yang tersimbol dalam kedua patah kata atau istilah tadi. Kerananya, mereka tidak akan salah faham kalau diperintah untuk beribadah kepada Allah dan mengenepikan si
taghut. Dalam pada itu, mereka harus meninggalkan cara hidup mereka dan menunggu cara hidup baru yang akan diserukan kemudian.
Kemudian zaman berganti, dan generasi-generasi pun berganti sekali, dengan demikian kefahaman tentang keempat istilah dalam al-Quran itu, berubah. Arti atau maksud yang sedemikian luas dan gambelang menurut
bahasa Arab yang sesungguhnya, berubah menjadi sempit dan kabur. Erti yang terkenal oleh bangsa Arab pada masa wahyu Ilahi itu bergema, lambat-laun berubah, terisulir dan terbatas dengan berbagai-bagai dalih dan tafsir yang kabur. Ini disebahkan dua faktor:
(1) Ketidak-murninya bahasa Arab dan keringnya sumber kreasi di kalangan muslimin sendiri sejak beberapa abad.
(2) Generasi-generasi yang menerima waris Islam, tidak diwarisi pengertian tentang keempat istilah itu, sebagaimana dimengerti oleh nenek-moyang mereka, kaum jahiliah yang begitu luas pengertian mereka tentang bahasa Arab itu.
Karana dua faktor itulah, maka ahli bahasa Arab dan ahli Agama Islam menafsirkan kebanyakan kata-kata dalam al-Quran menurut kefahaman kaum mutaakhir, tidak menurut kefahaman kaum jahiliah yang luas dan murni itu.
Sebagai contoh:
- Kata al-llah, disenyawakan dengan kata patung-patung berhala dan
sebagainya.
- Kata ar-Rahb. disenyawakan dengan kata pemelihara, pendidik dan
sebagainya.
- Kata ad- Din, disenyawakan dengan kata religion.
- Taghut, disenyawakan dengan syaitan atau berhala.
Penafsiran dan pengertian tersebut, menyulitkan orang mencapai tujuan dan maksud al-Quran yang sebenarnya. Apabila al-Quran melarang mempertuhankan selain Allah, maka yang ditinggalkan hanyalah patung-patung berhala. Dengan demikian yakinlah mereka telah mentaati larangan al-Quran itu. Padahal mereka masih mempertuhan lain-lainnya - kecuali patung-patung berhala dalam ertikata taghut yang luas itu.
Apabila diperingatkan al-Quran, bahwa Allah adalah ar-Rabb, disambut dengan pernyataan bahwa tidak pernah terlintas di benak kami untuk menganggap siapapun sebagai pemelihara dan penjamin keinginan kami selain
Allah s.w.t, Dengan demikian menurut kefahaman mereka telah memenuhi tuntutan tauhid itu. Akan tetapi kenyataannya, banyak di antara mereka tunduk pada Rububiyah (Ketuhanan) yang lain bila ditinjau dari sudut yang lain daripada arti Pengasuh, Pemelihara dan Penjamin.
Apabila diseru al-Quran, “Sembahlah Allah dan tinggalkanlah taghut itu”, maka sambutan mereka ialah, kami tidak menyembah berhala, dan mengutuk syaitan. Yang kami sembah hanyalah Allah dengan khusyu’. Dengan demikian mereka yakin telah melaksanakan seruan al-Quran tadi. Padahal mereka
menggantungkan diri dan nasib pada banyak taghut yang tidak berbentuk batu atau kayu pahatan (berhala).
Begitu juga faham kebanyakan orang tentang ad-Din. Mereka mengaku sebagai muslim, menunaikan lima rukun Islam dan percaya terhadap keenam rukun Iman. Akan tetapi, apabila diteliti akan nyatalah bahawa kebanyakan mereka tidak mengikhlaskan diri untuk Allah dalam melaksanakan tuntutan
Islam sebagai Dinullah yang luas ertinya itu.

Akibat Kesalahfahaman

Tak dapat disanggah lagi, bahwa kebanyakan isi al-Quran belum dimengerti sebagaimana mestinya oleh sebahagian besar golongan muslim sendiri, bahkan inti dan jiwa atau tujuan al-Quran itupun seakan-akan lenyap sama sekali dari benak mereka dan tiada bekasnya sedikitpun pada sebahagian besar para alimulama.
Sebab, keempat Istilah yang akan dibahas dalam buku ini, boleh dikatakan terpendam di dalm lumpur kejahilan. Kerananya, keimanan dan amalan kaum muslim dewasa ini tidak dapat dinilai sebagaimana sepatutnya. Mengingatkan hal ini, maka saya merasa sungguh berkewajiban menjelaskan
erti Empat Istilah dalam al Quran itu supaya menjadi jelas dan gambelang ajaran
dan maksud al-Quran itu.
Walaupun berkali-kali masalah tersebut saya jelaskan dalam majalah saya dengan segala upaya dan pemerasan otak, namun belum juga berhasil mengatasi kesalahfahaman itu. Sebab, kesalahfahaman tentang Empat Istilah dalam al-Quran itu, telah berakar mendalam pada fikiran manusia. Selain itu, saya rasakan juga, bahwa penjelasan-penjelasan saya itu, belum memuaskan diri saya dan belum
juga mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Islam sendiri. Apa yang saya jelaskan itu, dianggap sebagai buah fikiran, atau falsafah seperti falsafah-falsafah yang lain. Ini, disebabkan saya tidak sertai dengan ayat-ayat suci dari al-Quran, selain tidak bersandar pada kamus-kamus bahasa Arab.
Wajarlah pendapat dan pemahaman saya tidak diterima oleh orang yang tidak sependapat dengan saya. Maka itu, saya dapatkan bukti-bukti dari kamuskamus Arab dan ayat-ayat suci dari al-Quran.
Dan kini bermula pembahasan saya tentang istilah “AL-ILAH”. kemudian “AR-RABB”, selanjutnya “AL-IBADAH” dan “AD DIN”. Wabillahittaufiq wal hidayah.

Ibu Warung Stasiun Bojong Gede Sang Ahlul Qur'an

Sore ini pkl 16.00 sekembalinya dari meeting dengan salah satu bank syariah di Indonesia di kawasan Depok, saya kembali ke rumah dengan menggunakan Commuter Line dan turun di St.Bojong Gede.

Belum terlalu rame karena biasanya para coliners Bogor-Jakarta baru keluar kantor sekira pkl 16.00.

Sesampainya di stasiun Bojong Gede pkl 17.00 setelah mengembalikan tiket harian lalu saya menaiki angkot 31 dan kebagian duduk dekat pintu masuk karena bagian dalam sudah mulai penuh.

Masih menunggu angkot ngetem saya menyaksikan seorang ibu2 sekira 45 th di depan warung sembakonya sangat asyik sekali tilawah Al Qur'an tanpa memperdulikan lalu lalang orang-orang yang keluar masuk stasiun..tanpa memperdulikan sliweran kendaraan yang berebutan keluar masuk parkiran stasiun. Tenggelam dalam nikmatnya tilawah Al Qur'an.

Hanya membayangkan bagaimana indahnya jika melihat pemandangan seperti ini di setiap warung dan ruko dimana pemiliknya buka Al Qur'an tanpa merasa perlu malu atau risih. Bahkan bangga.

Kita doakan agar si ibu warung dilimpahkan rejekinya seluas-luasnya, diberkahi dan disertakan ridha dari Allah SWT dan semoga beliau menjadi ahlul Qur'an di surgaNya.

Dahsyatnya Membaca Alquran

Dahsyatnya Manfaat
Membaca Al-Qur’an setelah
Subuh dan Maghrib

⭕Menurut hasil penelitian ternyata membaca Al-Qur’an sehabis Maghrib dan sesudah Subuh itu dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai 80 % , karena di sana ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari di samping itu ada tiga aktifitas sekaligus, membaca , melihat dan mendengar.

⭕ Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya.

Di antaranya:
✔ menyedikitkan makan,
✔ membiasakan melaksanakan ibadah salat malam,
✔ dan membaca Al-Qur’an sambil melihat kepada mushaf

📚 Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an.

📚 Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan
ayat-ayat Al-Qur’an, seorang Muslim, baik mereka yang
berbahasa Arab maupun bukan,
dapat merasakan perubahan :
👆Fisiologis yang sangat besar
👆Penurunan depresi, kesedihan,
👆Memperoleh ketenangan jiwa,
👆 Menangkal berbagai macam
penyakit merupakan pengaruh
umum yang dirasakan orang- orang yang menjadi objek penelitiannya.

⭕Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik.

📚 Dari hasil uji cobanya ia
berkesimpulan, bacaan Al-Qur’an
berpengaruh besar hingga 97%
dalam melahirkan ketenangan
jiwa dan penyembuhan penyakit.

📚Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Qur’an terbukti mampu mendatangkan
ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mndengarkannya.

👍Mari kita mulai luangkan waktu beberapa menit dari 24 jam di hari kita. Semoga bermanfaat buat kita semua bersama keluarga kita.

🎯 Semoga kita kelak menjadi
penghuni Surga, Aamiin Yaa Rabb.

Tanggapan Bacaan Alquran pada acara Isro Mi'raj di Istana Negara 2015

Tanggapan ttg bacaan Al-Qur'an pada saat acr Isro' mi'roj di Istana Negara 2015. Ini Benar benar, bukti dr Sabda Nabi Muhammad
صلى الله عليه وسلم
✅ فقد روى الترمذي أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «اقرءوا القرآن بلحون العرب وأصواتها، وإياكم ولحون أهل الكتاب والفسق، فإنه سيجيء بعدي أقوام يرجعون بالقرآن ترجيع الغناء والنوح لا يجاوز حناجرهم، مفتونة قلوبهم وقلوب الذين يعجبهم شأنهم».

✅ Bacalah Alquran dgn lagu & suara org arab. Jauilah lagu/irama ahlul kitab & org2 fasiq. Nanti akan ada org dtg setelahku org membaca Al-quran seperti menyanyi & melenguh, tdk melampau tenggorokan mereka. Hati mereka tertimpa fitnah, juga hati org yg  mengaguminya. (HR. Tarmidzi).

Cara Baca Al-Qur'an seperti yg di lakukan di intana Negara saat acr isro' Mi'roj kmarin tdk blh terjadi lgi dan hrs dihentikan Krn..

1.Kakalluf. (Memaksakan utk meniru lagu yg tak lazim utk bc Al-Qur'an) & yg plg fatal ketika ada kesalahan niat. Yaitu merasa perlu menonjolkan citra rasa lgu kenusantaraan atau keindonesiaan dlm mmbaca Al-Qur'an. membangun sikap Hubbul Wathoniyyah yg salah, Seolah bahwa lgu Nusantara utk baca Qur'an adlh sesuatu yg layak & sah2 sj. Sementara cr bc Al-Qur'an seperti itu akan merusak kelaziman. Muncul sebuah pertanyaan.. Bgmn klo lgu kebangsaan indonesia saat acr kenegaraan di ganti dgn Langgam/Irama suku jw atau suku yg Lain..?
2.krn madhorotnya lbh bsr dr pd manfaatnya.. coba bayangkankan.. bagamana bunyi Aminnya makmum, kalo bacaan fatihah Imam sholat,  lgu fatihahnya  pake lagu jawa atau suku yg lain?
3.Cara bca Al-Qur'an dngn Lgu Nusantara akan cenderung merusak kaidah dan Riwayat bacaan Al-Qur'an.
4. Cara bc Al-Qur'an seperti itu adlh bentuk Liberalisai Agama kususnya ttg tata cara baca Al-Qur'an.
Wallohu a'lam.

(Dr. Ahmad Annuri.MA.-Pengurus Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Pusat).

SAAT TERLUKA, DO’A ANAK INI MEMBUAT KAMI SEMUA MENANGIS


Jum’at sore tgl 27 maret kami menyimak hafalannya, ia tengah menyetorkan juz terakhirnya. Hafalannya lancar, sangat lancar. Bagaikan air yang mengalir. Tenang dan tartil. Dan memang santri yang baru masuk ke usia 9 thn ini selalu lancar jika tasmi’.

Segenap santri, para musyrif dan peserta supermanzil yang menyimaknya larut dalam kekhusyuan. udara yang menyebar di dalam masjid begitu menenangkan. Semua hanyut dalam setiap ayat yang ia bacakan.

Teringat saat ia menjalani test penentuan ke supermanzil hasilnya mengecewakan. Ia jadi murung setelah itu, hanya keluar kamar saat menjelang adzan. Jika melihat saya maupun suami ia menghindar dan segera masuk asrama. Saat kebetulan berpapasan, kami menahannya. “ Yasin..apa yang membuat hasil test durasi kemarin tidak sukses. Padahal saat screening semua musyrif memujimu..”
“saya tegang ustadz” jawabnya lemah. Menunduk. Ia yakin tak lulus ke supermanzil. Saya melihat bekas jahitan panjang dilengannya. “Yasin…kami akan memberimu kesempatan, asal berjanji untuk berjuang habis-habisan disana”
“saya boleh ke supermanzil ustadz?” tanyanya lemah, masih menunduk. tak percaya diri.
“ya. Saya izinkan. Dengan syarat harus bekerja keras, Ok?”
“syukron ustadz” ia mencium tangan ust Irfan

Sebenarnya ditest penentuan ia gagal. Namun ust Irfan meluluskannya. karena jika ia tak lolos ke supermanzil, maka bukan hanya ia yang akan kecewa, segenap musyrifpun akan kecewa. Saya sendiripun tak rela jika ia tak lolos pada program super ini. Kami semua teringat pada sebuah kisah tentang dirinya….

Pada pertengahan September 2013, Al Hikmah Bogor menggelar Mukhoyyam Al Qur’an di Curug Naga, Megamendung, Bogor. Pagi sebelum sarapan, pd hari ketiga para santri menggelar acara badar game. Sebuah permainan perang-perangan utk melatih kemampuan strategi, kekompakan tim dan utk meningkatkan semangat jihad anak2.

Dlm permainan itu setiap anak diberi tugas oleh komandannya. Ada yg bertugas sbg spionase, ada bagian penyerangan, ada kelompok bertahan, dan ada yg bertugas sebagai pemegang bendera pasukan.

Misi kedua pasukan adalah merebut bendera musuh. Yg berhasil merebut bendera musuh berarti dia menang. Sebaliknya, yg benderanya terampas berarti kalah. Ahmad yasin yg merupakan peserta termuda ( 7 thn waktu itu) dlm game itu mendapat tugas sebagai pemegang bendera. Baru 15 menit, pasukan ahmad yasin menunjukan tanda2 kekalahan, kelompok penyerangnya berguguran, dan 10 menit kemudian hanya sedikit pasukan bertahan yg tersisa. Akibatnya, Ahmad yasin menjadi bulan-bulanan pasukan musuh. Ia dikepung dg ketat.

Singkat cerita, pd saat bendera yg dipegang Yasin direbut, anak2 – dan Yasin sendiri – tidak menyadari bahwa tiang bendera yg terbuat dr belahan bambu tersebut melukai lengan kanan Yasin. Yasin baru sadar tangannya terluka saat para perebut bendera berlalu, ia melihat darah segar membanjiri sekujur lengannya. Ia memanggil kakak seniornya“kakak saya berdarah”.

Saat para santri senior menghampiri, mereka panik krn luka yasin cukup besar, besar sekali. Bahkan tulangnya kelihatan jelas. Seorang musyrif serta merta menggendong dan berlari menuju posko. Jarak dr arena pertempuran ke posko cukup jauh, arahnya memanjak dan vertikal.

Saat dibawa kehadapan saya dan suami, yasin menangis “ Ummi..ustadz..jangan bilang ke orangtua saya. nanti mereka sedih”.
“Iya nak. Umi ga akan bilang siapa-siapa..yasin tenang saja ya nak..” saya lihat lukanya sangat besar. Tulangnya kelihatan. Putih. pangkal lengan sudah di ikat baju kaos santri. Namun darah masih mengalir begitu derasnya. Membasahi seluruh baju musyrif yang menggendongnya. Kami tak melihat yasin menangis, namun rintihannya melelehkan mata kami “Ya Alloh tolonglah…aku masih ingin menghafal….Ya Alloh tolongah..aku masih ingin menghafal.” Ia terus mengatakan itu sambil menahan pedih.

“tenang nak..Alloh akan menolongmu” kami semakin terisak. tak tahan dengan kata-katanya…semua membawa yasin ke atas. Menuju tempat parkir sambil menghiburnya, sebisa-bisanya. Setiap melihat saya, ia meminta dengan tangisan. ”umi tolong do’akan, aku masih ingin menyelesaikan hafalan qur’an”
“Ya Alloh..maafkan aku…tolonglah aku…aku masih ingin menghafa qur’an”. ia terus merintih

Yasin dibawa ke Bareskrim untuk mendapat pertolongan pertama, namun pihak bareskrim menyuruh agar Yasin segera dibawa ke Rumah sakit Ciawi yang peralatannya lebih memadai. dan disana mujahid kecil ini mendapat 14 jahitan. Luar dan dalam.

Sejak itu, putra bu Nuri ini menunaikan janjinya untuk bersungguh-sungguh menghafal Qur’an. Dan pada bulan maret ini Alloh membantunya, yasin mengkhatamkan hafalannya dalam program supermanzil.

Sore itu semua yang hadir menangis dan memeluknya, memberi penghargaan atas perjuangannya. Memberi pengakuan atas kerja kerasnya yang luar biasa. Menghafal siang malam tak kenal lelah. Demi cita-citanya…memberi mahkota pada kedua orangtuanya. semoga tekad, usaha dan kegigihannya dalam menyelesaikan hafalan Qu'an menjadi ibroh dan pemacu bagi kita-kita yang sudah dewasa.

Berbahagialah kedua orangtuanya, bunda Nuri dan Pak Rahmat. Krn anak sholeh yg begitu cinta Al-Qur’an adalah kekayaan yg tak bisa nilai dg seluruh dunia ini